News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PKS Nilai Gubernur Sumatera Utara Tidak Logis

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arifin Al Alamudi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tingginya jumlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada angaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2011 mendapat kritik dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Sumatera Utara. Kritik ini disampaikan FPKS pada sidang paripurna di Gedung Paripurna DPRD Sumut, Jl Imam Bonjol Medan, Senin (30/7/2012).

Dalam dokumen laporan keuangan Provinsi Sumatera Utara, khususnya Realisasi Anggaran, tertera sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) untuk tahun anggaran 2011 adalah sebesar Rp 720,9 miliar yaitu 178 persen dari SILPA tahun sebelumnya. Pada tahun 2010 SILPA Rp 404 miliar, 2009 Rp 346,5 miliar.

Muhammad Nasir selaku juru bicara dalam paripurna ini mengatakan ada beberapa alasan yang disampaikan Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho pada paripurna sebelumnya.

Pertama karena terjadinya perubahan peraturan yang menyangkut pengelolaan keuangan daerah secara beruntun yang berimplikasi bagi para pelaksanaan di lapangan.

Alasan kedua banyak usul yang diajukan sementara kemampuan dana yang tersedia terbatas.

"Namun dalam pandangan kami, alasan pertama tersebut bukanlah pemaafan yang pantas diberikan. Sebab perubahan ini tidak terjadi hanya untuk pengelolaan keuangan provinsi Sumatera Utara. Tapi di seluruh Indonesia," ujar Nasir.

Menurutnya penyebab sebenarnya karena lemahnya kemampuan pengelolaan keuangan untuk segera menyahuti perkembangan dan perubahan aturan yang ada.

"Ini berarti menyangkut kualitas pejabat pengelola keuangan yang saat ini menjabat dan sekaligus menyangkut keseriusan pemerintah provinsi Sumut untuk mendorong peningkatan kualitas yang terkait," jelasnya.

Begitu juga dengan alasan Gatot yang kedua. Nasir mengatakan alasan Gatot tidak logis.

"Logikanya berbenturan dengan realita membengkaknya SILPA untuk tahun anggaran 2011. Jika yang dikeluhkan adalah kemampuan dana yang tersedia terbatas, mengapa justru dana yang tersisa sangat besar. Alasan yang kedua tersebut menjadi tidak logis, kami meminta penjelasan yang lebih rasional atas membengkaknya SILPA tersebut," tegas Nasir.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini