News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sengketa Lahan Cinta Manis

Priyo Budi Santoso Terkejut Bentrok Menelan Korban Jiwa

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Angga (13), bocah yang baru duduk di kelas 1 MTs ini, meregang nyawa tepat di depan Masjid Darusalam Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu Kabuapten Ogan Ilir. Jumat (27/7/2012). Peristiwa tersebut terjadi buntut dari sengketa lahan PTPN VII Cinta Manis dengan warga. Sejak bentrok warga dengan aparat kepolisian di PTPN VII, polisi terus melakukan patroli guna pengamanan dan sosialisasi kepada warga. (Tribun Sumsel/Andi Agus T)

Laporan Agus Nia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI dari fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso, terkejut bentrok sengketa lahan antara petani dan manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cinta Manis, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjatuhkan korban jiwa.
 
Sengketa lahan tersebut mengakibatkan Angga bin Darmawan, seorang anak berusia 12 tahun, tewas. "Saya terkejut pada peritiwa jatuh korban," kata Priyo saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin, (30/7/2012).

Menurutnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dalam perbincangan terakhir, sudah punya prosedur tetap (protap) yang bagus. "Protapnya sudah bagus, mengedepankan persuasif, dibanding protap-protap sebelumnya,"kata Priyo.

Priyo menilai bentrok ini perlu diselidiki lebih lanjut, apakah korban tertembak dengan peluru tajam atau tidak. Menurutnya sangat tidak perlu menghadapi masyarakat dengan peluru tajam. "Tetapi bila meninggalnya si anak bukan karena peluru tajam, perlu ada investigasi," tutur Priyo.

Menurutnya, betapa pun baiknya protap yang telah dibuat, tetap saja ada sisi-sisi yang dianggap ceroboh bila sampai menjatuhkan korban. "Saya meyakini protapnya sudah bagus, namun mungkin pelaksanaannya masih simpang siur. Sehingga perlu diingatkan kepada polri, pelaksanaan protap lebih efektif lagi," kata Priyo.

Priyo menambahkan PTPN perlu berbenah diri dalam menghadapi sengketa lahan dan mengimbau kepada Menteri BUMN untuk turun tangan terhadap hal ini. "Beliau (Menteri BUMN, Dahlan Iskan) selama ini sudah bagus dengan sistem  koboinya. Tetapi untuk hal-hal semacam ini, justru harus turun tangan. Itu jauh lebih penting," tutur Priyo.

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini