News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kapal Tanker Pertamina Terbakar

Empat Korban Ledakan Dua Tewas Dua Luka-luka

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Asap tebal mulai keluar dari badan kapal sesaat setelah Kapal Pengangkut BBM meledak di Dermaga Pertamina, Samarinda, Jumat (3/8/2012). Dua Anak Buah Kapal (ABK) tewas akibat ledakan tersebut. Sementara dua karyawan PT Pertamina (persero) mengalami luka bakar dan lecet.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kabag Ops Polresta Samarinda, I Nyoman Mertha Dana mengungkapkan, peristiwa meledaknya Landing Craft Tank (LCT) Gemilang Perkasa sedikitnya menelan 4 korban jiwa, dua diantaranya meninggal dunia.

"Ada 4 korban, dua meninggal sudah dibawa ke RSU A Wahab Sjahranie, dan dua yang luka-luka dibawa ke RS Dirgahayu," kata Nyoman.

Dari ke empat korban tersebut, satu diantaranya merupakan teknisi kapal. Dua korban luka-luka diketahui bernama Daniel Bungiayanan (51) warga Jl Juanda Samarinda, yang merupakan pengawas laboratorium milik Pertamina. Korban lainnya yakni ABK kapal bernama Lukman (38). Sedangkan satu korban meninggal diketahui bernama Amiruddin.

"Yang satu kita belum dapat identitasnya," ujar Nyoman.

Nyoman menuturkan peristiwa ini terjadi di sekitar Dermaga BBM Pertamina Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kaltim. Terbakarnya kapal tanker milik pertamina terjadi usai melakukan bongkar muat minyak di dermaga.

"Jadi kapal terbakar setelah melakukan bongkar muat di dermaga. Ada empat korban dua tewas dan dua luka. Semuanya adalah kru kapal," jelasnya lagi.

Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologis kejadian karena masih melakukan evakuasi terhadap kru kapal dan memadamkan api. Ledakan itu tidak membakar kapal.

Terkait dengan kejadian ini, pihaknya akan melakukan penyelidikan sehingga bisa diketahui penyebab ledakan hingga mengakibatkan kapal terbakar dan memakan 4 korban jiwa.

"Pasti akan diselidiki kejadian, tapi sekarang fokus dulu evakuasi," tuturnya.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini