News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengungsi Banjir dan Longsor Ambon Telah Pulang ke Rumah.

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ancaman siklon tropis Saola akan terjadinya banjir telah terjadi Kota Ambon. Hujan deras terjadi sejak Selasa (31/7/2012) hingga dini hari.

TRIBUNNEWS.COM  JAKARTA - Hingga siang in Minggu  ( 5/8/2012 ) i 265 jiwa pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing  setelah  banjir  surut .

 Total pengungsi 1.752 KK atau 6.179 jiwa tersebar di 12 titik yang berada di 5 kecamatan masing-masing  dari : Kecamatan .Teluk Ambon : 230 KK/1.061 Jiwa, Kecamatan .Nusaniwe : 13 KK/178 Jiwa, Kecamatan Teluk Ambon Baguala : 323 KK/1.928 jiwa, Kecamatan . Leitimur Selatan : 1 KK/8Jiwa  dan   Kecamatan  Sirimau 1.185KK/3.004 jiwa.

Stok logistic sejauh  ini  masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Dapur  umum lapangan masih didirikan di beberapa tempat.

Banjir meninggalkan lumpur di permukiman dan jalan. Hari ini pemda  bersama  800 personil TNI dan masyarakat melakukan pembersihan lumpur di kawasan permukiman. Diharapkan 3 hari selesai.

Untuk penanganan darurat BNPB telah menyerahkan Rp 6,125 milyar kepada pemda Maluku, dimana Rp 5,875 milyar untuk relokasi 235 unit rumah yang longsor di Desa Batu Gajah Ambon dan Rp 250 juta untuk operasional tanggap darurat. Hari ini tambahan petugas dari Kementerian Kesehatan tiba di Ambon untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pos layanan kesehatan didirikan di tiap kecamatan. Pengungsi yang sakit telah memperoleh layanan kesehatan.

Dampak bencana masih dilakukan perhitungan. Kondisi kehidupan di Kota Ambon sudah  membaik. Gubernur Maluku dan Walikota Ambon rencana akan memaparkan dampak bencana dan kebutuhan yang diperlukan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana kepada Kepala BNPB. Dalam hal itu BNPB meminta ada cost sharing dengan Pemda dalam rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai pewujudan ketangguhan pemda. Pembangunan kembali harus lebih baik daripada semula. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana harus ditempatkan pada daerah yang aman dan tata ruang wilayah harus memperhatikan peta rawan bencana.

Baca  Juga   :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini