News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Astaga, Mertua Bacok Anak Mantu

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bacok anak menantu

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egi Moa

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG--Bermula dari adu mulut soal jatah buka-tutup air untuk mengairi sawah di Wontong, Desa Bangka Ruang, Kecamatan Rahong Utara, Yosef Syukur (40) nekad membacok anak mantunya, Gabriel Madu (38). Korban mengalami luka serius di wajah dan tengkuk sehingga menerima belasan jahitan.

Kondisi wajah Gabriel sangat mengenaskan ketika dirawat di ruang Dahlia RSUD Ruteng. Di bawah mata kirinya terdapat luka hampir sejengkal dan telah dijahit benang hitam. Kelopak mata kiri dan kanannya berwarna lebam mirip darah beku dan tampak sulit dikedipkan. Air mata yang bercampur darah sesekali keluar dari kelopak matanya. Luka lainnya di bagian tengkuk sebelah kanan sudah dijahit dan diplester.

Walau susah membuka mulut karena menahan sakit, Gabriel menuturkan, kejadian itu berlangsung saat dia berada di sawah, Senin (6/8/2012) sekitar pukul 09.00 Wita. Kemudian, Yosef juga datang ke sawah menghunus parang saat menemuinya.

Yosef menanyakan kepada Gabriel kenapa air ke sawanya ditutup Gabriel, namun pertanyaan itu tak dihiraukan Gabriel. Adu mulut pun menjadi-jadi. Yosef mendesak supaya Gabriel membuka air ke sawahnya.

Merasa permintaannya disepelekan, Yosef naik pitam. Tak ada orang lain di sawah itu yang melerai perselisihan mereka. Parang yang sedang di tangan Yosef diayunkan membacok tengkuk Gabriel.

"Saya terkejut. Ketika saya balik badan, dia potong lagi ke wajah saya. Setelah itu dia langsung jalan pulang, entah ke mana," beber Gabriel.

Istri Gabriel, Hidaryani Seliaty (35), mengatakan, lahan sawah yang digarap bersama suaminya merupakan warisan ayah kandung, Frans Salesman. Yosef yang membacok suaminya merupakan adik kandung dari ayahnya.

"Yang potong suami saya, saya punya bapak kecil. Kami sudah beri dia seperempat hektar, rupanya dia mau minta lagi. Padahal sawah ini warisan dari bapak saya," ujar ibu tiga anak ini saat mendampingi Gabriel di RSUD Ruteng.

Dia menuntut proses hukum kepada pelaku. "Saya tidak mau damai dengan dia. Dia sering bikin masalah dengan saya dan suami saya," beber Seliaty.

Pelaku Sudah Diperiksa

Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko, S.Ik, melalui Humas Polres, Ipda Simon Jeo, mengatakan, pelaku telah menjalani pemeriksaan. Dia dijerat pasal 351 ayat 1 dan 2 tentang penganiayaan, karena membacok pelaku menggunakan parang yang dibawahnya ke sawah.

Direktur RSUD Ruteng, drg. Dupe Nababan, yang dikonfirmasi melalui dr. Vivi, menjelaskan, korban diantar keluarga hari Senin (6/8/2012) pukul 14.00 Wita. Pihak rumah sakit telah memberi obat penghilang rasa sakit, antibiotika dan menjahit luka-lukanya.

Vivi menjelaskan, di wajah terdapat luka benda tajam dari bawah mata kiri sampai ke hidung sepanjang 20 cm, lebar 2 cm dan dalam 4 cm telah ditutup dengan 18-19 jahitan. Pada tengkuk sebelah kanan terdapat luka sepanjang 15 cm, lebar 2 cm dan dalam 3 cm dijahit 13-14 kali.

"Ketika datang pertama kali ke sini, tekanan darahnya juga bagus. Memang luka-lukanya cukup lebar dan butuh beberapa hari perawatan," kata Vivi, dokter jaga di ruang Dahlia, Selasa pagi (7/8/2012).*

Baca Juga :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini