TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Penjualan bendera dan umbul-umbul merah putih menurun tajam dibanding tahun lalu.
Itu disebabkan, hari kemerdekaan 17 Agustus memasuki Ramadan.
Para pedagang bendera merah putih menduga ini karena masyarakat lebih fokus belanja keperluan Lebaran dibanding membeli bendera atau umbul-umbul merah putih.
Muchlis, pedagang bendera di sekitaran Pasar Besar Malang mengeluh minat masyarakat membeli bendera sangat minim.
"Tahun lalu, bendera saya bisa laku lebih dari 50 biji per hari. Sekarang hanya mentok 20 biji," ujar Muchlis, Rabu (8/8/2012). Itu pun yang membeli dari instansi pemerintahan. Sedangkan pembeli dari masyarakat umum sangat jarang.
Muchlis memprediksi, pendapatanya tahun ini akan turun hingga 50 persen.
"Tidak seperti tahun lalu, untung bersih saya bisa mencapai Rp 1 juta," jelasnya.
Harga bendera dibaderol Rp 15.000 hingga Rp 70.000. Sedangkan untuk umbul-umbul Rp 40.000 hingga Rp 110.000 per biji. Umbul-umbul terlaris yakni umbul-umbul model gelombang.
Muhammad Zainuri, penjual bendera lainnya juga mengeluh karena penjualannya sepi.
"Dulu sangat ramai. Sekarang sepi," ujarnya.
Tahun lalu, puncak pembelian bendera yakni H-7 HUT RI. Namun, melihat suasana sekarang, dia jadi pesimis. "Sepertinya tetap akan sepi-sepi saja seperti hari-hari sekarang," jelasnya.
Harga bendera dan umbul-umbul yang dijual Zainuri tidak jauh berbeda dengan harga yang dibaderol Muchlis.
Baca tanpa iklan