TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Sejumlah makanan yang mengandung bahan berbahaya masih dijual di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung. Di antaranya kerupuk kemplang dan rengginang merah yang memiliki kandungan pewarna yang biasa digunakan pabrik tekstil, kerupuk yang mengandung boraks, serta saus yang cenderung memiliki warna yang tajam.
Keberadaan makanan yang mengandung bahan berbahaya ini diketahui ketika Bupati Bandung, Dadang Naser, beserta rombongan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tersebut, Selasa (7/8/2012). Semua makanan yang mengandung bahan berbahaya ini akan ditarik oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
Biasanya, kata Dadang, saat sidak seperti ini pihaknya selalu menemukan mi basah dan bakso yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti boraks, pijer, dan pewarna industri tekstil. Namun pada sidak kemarin, hal itu tidak mereka temukan.
"Kami mengimbau pedagang agar tidak berjualan dengan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Mohon jangan seperti itu. Kan tidak harus makanan diberi pewarna. Padahal pewarna itu berbahaya, apalagi bagi anak-anak," katanya usai melakukan sidak di Pasar Soreang.
Pada sidak kemarin, Dadang didampingi sejumlah kepala dinas dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan, serta Dinas Perhubungan, dan BBPOM.
Baca tanpa iklan