News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Godok Larangan Peternakan Babi di Jabar

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peternakan babi

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdul Rahman

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Pemprov Jawa Barat sedang menggodok rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jawa Barat. Salah satu pasal krusial dalam raperda itu adalah berupa penutupan dan pelarangan kegiatan peternakan babi di Jawa Barat.

"Rencana penutupan peternakan babi ada dalam salah satu pasal raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang akan dibahas di DPRD Jabar pada tahun ini. Saat ini draftnya sudah ada di Biro Hukum Pemprov Jabar. Saya nggak tahu apakah dewan akan meloloskan pasal itu atau tidak," ujar Kepala Dinas Peternakan Jabar, Koesmayadi Tatang Padmadinata, di Bandung,  Senin (13/8/2012).

Menurut Koesmayadi, rencana penutupan mencuat karena berdasarkan kondisi di lapangan, para peternak tidak mematuhi kelayakan pendirian peternakan babi. Misalnya, peternakannya berada di daerah pegunungan. Tak heran, kata Koesmayadi,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengkhawatirkan jika aliran air dari pegunungan itu terkena kotoran babi.

"Sesuai aturan, peternakan babi seharusnya berdiri di tanah dengan aliran air terbawah. Ini untuk menghindari air pegunungan terkena kotoran babi. Kalau terkena kan jadi haram. Apalagi masyarakat Jawa Barat banyak muslimnya sehingga kemungkinan bisa menjadi persoalan di kemudian hari," ujar Koesmayadi.

Menurut Koesmayadi, karena berada di daerah pegunungan pula, pihaknya jadi kesulitan untuk memantau dan menertibkan kondisi peternakan babi. Di beberapa lokasi, kata Koesmayadi, keberadaan peternakan babi kerap bergesekan dengan masyarakat setempat.

"Tentunya kita sebagai pelayan masyarakat ingin memberikan ketenangan. Kalau terus dibiarkan dikhawatirkan malah menjadi persoalan di akar rumput," ujar Koesmayadi.

Keberadaan peternakan babi, kata Koesmayadi juga dikhawatirkan menimbulkan penyakit kolera. Padahal hingga saat ini Jawa Barat telah menjadi provinsi yang terbebas dari penyakit kolera.
"Saya kira rencana penutupan ini juga didukung oleh kondisi belum banyaknya peternakan babi di Jabar. Sekarang ini, jumlahnya tidak sampai seribu unit, jadi mumpung belum banyak, lebih baik ditutup saja," ujarnya.

Sekum MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan, pihaknya mendukung upaya penutupan dan pelarangan peternakan babi di Jawa Barat. Sebab kata Rafani, berpotensi mengganggu ketenangan kaum muslimin.
"Di lapangan kami pernah menemukan daging sapi dicampur daging babi. Ini kan berbahaya. Keberadaan peternakan babi mendukung pada upaya-upaya manipulatif seperti itu," ujar Rafani.

Rafani mengakui, sebagian non muslim ada yang mengkonsumsi daging babi. Kebutuhan daging babi bagi sebagian orang yang membutuhkannya itu, kata Rafani, bisa dipasok dari luar Jawa Barat. Jadi kata Rafani, keberadaan peternakan babi di Jawa Barat itu tidak diperlukan lagi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini