Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM, LEMBANG - Massa yang menamakan diri Masyarakat Tangkubanparahu, kembali memblokir gerbang Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu, Minggu (19/8/2012).
Akibatnya, para pedagang di kawasan wisata tidak bisa berjualan, dan para calon pengunjung tidak bisa berwisata di TWA Tangkubanparahu.
Perwakilan Masyarakat Tangkubanparahu Agus Rahmat (49) mengatakan, pihaknya memblokir gerbang TWA Tangkubanparahu sejak Selasa (14/8/2012).
Para pedagang, ucapnya, rela tidak berjualan sebagai pengorbanan untuk menyampaikan aspirasinya kepada warga lain dan pemerintah.
"1.126 pedagang rela rugi miliaran rupiah selama aksi ini berlangsung. Seharusnya, kami meraup untung berlipat saat libur Lebaran. Tapi, demi menyampaikan aspirasi, kami rela rugi," kata Agus saat ditemui di sekitar gerbang TWA, Minggu.
Menurut Agus, warga menuntut PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) sebagai pengelola TWA Tangkubanparahu, untuk hengkang dari kawasan wisata andalan.
Warga, lanjutnya, berharap kawasan wisata alam dikelola pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
Bila dikelola pemerintah, ujarnya, warga sekitar dan warga yang bermatapencaharian di kawasan TWA Tangkubanparahu seperti pedagang, pemandu wisata, dan petugas parkir, akan mendapat perlakuan jauh lebih baik.
Sebab, kata Agus, selama ini PT GRPP selalu mengintimidasi warga. Para pedagang, ungkapnya, selalu diminta retribusi.
Perlakuan yang sama pun didapat oleh para pemandu wisata dan petugas parkir. Sejumlah aset bangunan berupa fasilitas umum milik pedagang juga telah diambil alih PT GRPP. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan