News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Balita Nyaris Jadi Korban Kebakaran

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM -- "YANG terpenting nyawa anak saya selamat." Demikian yang dikatakan Hendi Handayani (40), ayah Alif Suryadi Wangsa (3,5). Hendi berhasil menyelamatkan buah cintanya dengan Asiah (27) itu ketika melihat api mulai masuk ke kamarnya.

Alif nyaris menjadi korban kebakaran yang terjadi di RT 03/RW 09 Kampung Taraju, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (27/8/2012). Pasalnya, kebakaran terjadi ketika orang seisi rumah masih tertidur lelap, sedangkan Alif berada di ruangan yang berbeda.

Karena itu, Hendi bersyukur putra semata wayangnya selamat dari kebakaran yang terjadi di rumah orang tuanya, yakni Muhdi (90) dan Icin (74).

"Hanya Ibu yang sudah bangun. Ia pun sedang melaksanakan salat Subuh," katanya ketika ditemui Tribun kemarin. Menurut dia, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30.

Rumah yang memiliki luas sekitar 150 meter itu pun ludes dilalap si jago merah. Seluruh isi rumah hangus terbakar menyisakan tembok dan genting yang pecah karena jatuh. "Surat-surat penting hangus semuanya. Perhiasan, motor, uang tunai di dalam pun habis tidak tersisa," ujarnya.

Ia mengaku tak sempat menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah. Sebab, api sudah menyebar ke seluruh rumah ketika terbangun dari tidur. "Saya kaget karena ada teriakan tolong-tolong. Kemudian saya bangun dan api sudah besar. Saya hanya ingat anak saya," katanya.

Terjadinya kebakaran, menurut Hendi, berasal dari api yang menyambar dari tungku kayu. Pasalnya, ibunya memang biasa memasak air ketika menjelang pagi.

"Mungkin waktu memasak air, pintu belakang yang ada di dapur tidak ditutup. Akibatnya, angin kencang masuk dan membuat api membesar dan menyambar langit-langit rumah," ujarnya. Diakuinya, langit rumahnya berbahan anyaman bambu sehingga api cepat membesar dan menyebar.

Ketika kejadian, kata Hendi, masyarakat berduyun-duyun datang untuk membantu memadamkan api. Namun warga kesulitan mencari air di musim kemarau ini. Bahkan, sawah yang ada di depan rumahnya terlihat kering dan gersang.

Dikatakannya tiga mobil pemadam kebakaran dari Cicalengka, IPDN, dan Polyfin turun memadamkan api. "Setengah jam api sudah padam. Alhamdulillah apinya tidak menyebar ke mana-mana. Padahal ada beberapa rumah bersebelahan," katanya. Kerugian yang dialami Hendi ditaksir sekitar Rp 250 juta.

Kebakaran juga meludeskan enam rumah panggung di RT 03/RW 02, Kampung Cigentur, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dini hari kemarin. Semuanya rumah panggung dengan bahan utama kayu serta bambu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, peristiwa kebakaran itu berawal dari korsleting aliran listrik di salah satu rumah yang terbakar. Percikan api kemudian dengan cepat merembet ke material bangunan yang hampir seluruhnya merupakan kayu dan bambu.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran KBB, Dadang Dahyar, mengatakan enam rumah yang terbakar itu masing-masing milik keluarga Lukman, Asep, Kamal, Kiki, Misya, Ukas, Elah, dan Aga. Para keluarga korban kebakaran itu terpaksa menumpang untuk sementara di tetangga dan kerabatnya karena seluruh bangunan serta isinya tak bisa diselamatkan.

"Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul dua belas malam, sementara itu laporan masuk sekitar pukul dua belas lebih sepuluh. Menurut warga, dalam waktu 15 menit rumah sebenarnya sudah habis terbakar," ujar Dadang kepada wartawan di Kantor Pemadam Kebakaran KBB di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, kemarin. Si jago merah juga mengamuk di Jalan Cidadap Girang, Setiabudi, Bandung, Senin (27/8/2012) sekitar pukul 18.00.  

Informasi awal, kebakaran menimpa Hotel Talagasari. Ternyata, setelah empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, bangunan yang dilalap api bukanlah hotel tersebut, melainkan sebuah rumah permanen.

Menurut petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung, Bella Bhakti Nagara, saat para petugas tiba di lokasi, api sudah padam. Bella mengatakan, api yang membakar lantai 2 rumah milik Encep Aripin itu dipadamkan warga secara beramai-ramai.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini