News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penembakan Solo

Jokowi: 7 Tahun Pimpin Solo Aman, Maju di DKI Kok Ada Teror

Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Wali Kota Solo Joko Widodo tak mau mengait-kaitkan peristiwa penembakan di pos polisi Singosaren ada hubungannya dengan pencalonannya ke Pilgub DKI. Namun pria yang akrab disapa Jokowi ini mengaku, sejak maju menuju DKI 1 memang terjadi serentetan peristiwa teror dalam waktu berdekatan.

"Saya juga agak heran, selama tujuh tahun saya memimpin Solo aman-aman saja. Tapi sejak maju dalam Pilgub DKI kok sering terjadi aksi teror dalam waktu berdekatan. Namun saya tak mau berprasangka buruk dengan mengaitkan peristiwa itu dengan DKI," kata Jokowi saat ditemui usai melayat ke Bripka Dwi Data Subekti, polisi yang menjadi korban penembakan, Jumat (31/8/2012).

Serentetan peristiwa tersebut dimulai dari bentrok antara ormas dan warga di Gandekan. Saat itu, suasana Solo sempat mencekam karena anggota ormas dua kali melakukan unjuk kekuatanĀ  dengan membawa senjata tajam. Lantas disusul peristiwa penembakan Pospam Gemblekan saat Ramadan lalu, tepatnya Jumat (17/8/2012). Dua orang pelaku yang berboncengan motor menembaki pos hingga mengakibatkan dua orang polisi luka.

Pada malam jelang lebaran, Sabtu (18/8/2012), giliran pos polisi Gladak yang diserang. Pos tersebut dilempar granat oleh pengendara motor. Paling anyar adalah penembakan pos polisi Singosaren yang mengakibatkan seorang anggota polisi tewas. Meski diterpa bertubi-tubi peristiwa kriminal,
Jokowi mengaku kota Solo tetap aman dan kondusif.

"Kalau benar peristiwa-peristiwa itu berkaitan dengan majunya saya ke Pilgub DKI, sangat tidak berperi kemanusiaan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini