TRIBUNNEWS.COM LAMPUNG - Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyemburkan letusan abu vulkanik tidak membuat warga di pulau Sibesi Kecamatan Rajabasa panik. Bahkan warga di pulau yang berjarak cukup dekat dengan GAK tersebut masih beraktivitas seperti biasanya.
Seperti yang diungkapkan oleh Rodiah, salah seorang warga yang tinggal di pulau Sibesi kepada Tribunlampung, Senin (3/9/2012). Menurutnya, peningkatan status GAK saat ini sudah terbiasa dihadapi oleh warga yang mendiami pulau Sibesi.
“Beberapa tahun lalu GAK juga batuk-batuk. Tapi masyarakat sudah terbiasa dengan fluktuasi aktivitas GAK tersebut,” ungkapnya.
Terpisah Sahroni kepada Desa Pulau Sibesi mengatakan, bahwa dampak abu vulkanik GAK juga dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat dipulau tesebut. Ia mengatakan, meski sudah terbiasa dengan fluktuasi aktivitas GAK, masyarakat di pulau Sibesi tetap waspada terhadap peningkatan aktivitas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Warga tetap waspada. Sebab letusan yang terjadi saat ini diikuti dengan semburan material abu vulkanik yang cukup tinggi. Dikhawatirkan abu vulkanik tersebut terbawa angin kearah pulau Sibesi,” pungkasnya..
Dari pantauan Tribunlampung didermaga Canti Kecamatan Rajabasa, terlihat beberapa warga yang baru tiba dari pulau Sibesi membawa pisang yang menjadi komuditi utama dipulau tersebut. Selain itu juga terlihat beberapa warga yang hendak pulang ke pulau Sibesi dengan juga membawa barang-barang dagangannya.(dedi/tribunlampung)
Baca Juga :
- Pasar Talun Magelang Terbakar 12 menit lalu
- Gerindra Kembali Mendaftar ke KPU Kaltim 28 menit lalu
- Hindari Pemeriksaan Pemilik LL Ceburkan Diri ke Sungai 40
Baca tanpa iklan