News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Siswa Singapura Ketagihan Main Gamelan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERAWITAN SMPK SANG TIMUR: Siswa Siswi SMPK Sang Timur Karang Tengah yang lulus 100% angkatan XIV sangat menggembirakan Kepala Sekolah SMPK Sang Timur Bp Filipus Sumiyarsono, saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (2/6/2012) di Karang Tengah, Ciledug, Banten. Wah kami sangat bergembira sekali, siswa kami bisa lulus 100% kembali, kata Filipus sebagai Kepala Sekolah SMPK Sang Timur Karang Tengah. Ini..nanti ada acara perpisahan di gedung BSS Sang Timur, yang diisii penuh dengan musik tradisional dengan kerawitan gamelan, semuanya dari siswa dan siswi SMPK Sang Timu, tambanya. SMP Katolik Sang Timur Karang Tengah, Ciledug, ini rencana juga ingin mencoba mengadakan Pagelaran Wayang Kulit dengan judul Tumurune Wahyu Cokroningrat yang akan dipentaskan dalang cilik asal Yogyakarta Ki Hanan Wisma Dwi Atmaja. pada tanggal 26 Agustus 2012 bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Ajungan Yogyakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Sebanyak 19 siswa asal Rafles Institute Singapura belajar musik tradisional di sekolah multikultur, SMP YPPI 2 Surabaya. Di sekolah yang berlokasi di Dharmawangsa ini, belasan siswa Singapura itu belajar memainkan gamelan, angklung, dan kulintang.

Satu jam menabuh musik lembut gamelan, bagi siswa SMP kelas IV (SMA kelas 1 di Indonesia) Singapura ini belum cukup. Mereka ingin sekali lagi menabuh gamelan bersama-sama.

"Saya suka sekali. Unik dan bagus suaranya," ucap Tan Wah Jian, Rabu (12/9/2012).

Apalagi tidak hanya gamelan, para siswa dari negara maju Singapura tersebut juga diajak memainkan musik kulintang dan angklung.

"Angklung ada di sekolah saya. Kami biasa memainkan saat ekstrakurikuler. Tapi jarang yang suka. Di sini, semua bisa memainkan angklung," kata Lin Qi, siswa lain.

Mulai pukul 12.00, para siswa Singapura tersebut bermain musik tradisional. Baru pukul 15.00, belasan siswa itu merasa capek. Maklum, mereeka tak biasa duduk bersila sambil menabuh kenong, saron, peking, sampai gong. "Capek," kata Tan sambil memegangi lingkar pinggang.

Kedatangan siswa Singapura ke YPPI tersebut dalam rangka student exchange. Dua sekolah ini telah enam tahun menjalun kerja sama pendidikan. Mereka saling tukar pelajar di masing-masing sekolah.
"Siswa Singapura selama empat hari ikut belajar di sekolah kami. Tinggalnya host parents, bareng siswa YPPI di rumah masing-masing," kata Ramdhan, Waka Kesiswaan SMP YPPI 2.

Selain ikut belajar bergabung di kelas, para siswa Singapura itu juga belajar batik tulis, tari remo, dan keliling Surabaya. Mereka diajak mengenali budaya lain Jatim.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini