Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Alat sesmograf pemantau aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Pos Pantau Desa Hargo Pancuran masih belum bisa membaca aktivitas gunung api yang terletak di perairan selat Sunda tersebut. Pasalnya hingga saat ini alat sesmometer yang mengalami kerusakan terkena dampak erupsi pada saat peningkatan aktivitas GAK pada Minggu (2/9/2012) lalu, belum diperbaiki.
"Alat sesmometer yang berada di GAK masih rusak dan belum diperbaiki. Sehingga kita masih belum bisa melihat aktivitas GAK melalu sesmograf," ungkap Andi Suardi, Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kamis (13/9/2012).
Ia mengatakan perbaikan alas sesmometer yang rusak tersebut masih menunggu dari Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMB) Bandung. Sejauh ini, pemantauan aktivitas GAK dilakukan oleh Pos Pantau Carita Anyer Banten.
Andi menambahkan, selain alat sesmograf yang masih belum berfungsi karena rusaknya alat sesmometer yang terpasang di GAK, pemantauan secara visual dari pos pantau pun belum bisa maksimal. Karena jarak pandang masih terhalang kabut akibat penguapan air laut yang cukup tinggi.
"Saat ini pencatatan aktivitas hanya bisa dilakukan oleh pos pantau di Carita Anyer. Sebab alat sesmograf di pos pantau Carita Anyer masih aktif. Dan kita selalu berkoordinasi dengan pos pantau di Carita," paparnya.
Baca Juga:
- Marianto Tewas Tersambar Petir
- Daftar Nama 4 Korban Tewas Banjir Bandang di Padang
- Maling Sikat 19 Unit Komputer dari Warnet
- Bau Asap di Kalteng Masih Menyengat
Baca tanpa iklan