News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KMP Bahuga Jaya Tenggelam

Tim SAR Hentikan Pencarian Korban

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim SAR gabungan yang masih mencari posisi KMP Bahuga Jaya pada hari ke tujuh tenggelamnya kapal feri tersebut, Selasa (2/10/2012)

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG -- Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Selasa (2/10/2012) resmi menghentikan sementara pencarian korban penumpang KMP Bahuga Jaya yang tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tangker Norgas Cathinka di perairan selat Sunda pada Rabu (26/9/2012) lalu.

Menurut Saidar R. Jaya, koordinator SAR gabungan penghentian sementara pencarian dilakukan setelah tim melakukan upaya pencarian selama tujuh hari dan telah berhasil menemukan bangkai kapal KMP Bahuga Jaya.

Dikatakannya, penghentian sementara tersebut bukan berarti seluruh kegiatan dihentikan dan dan seluruh tim ditarik. Namun memang untuk tim dari marinir dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL, lanjutnya, sudah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

“Kita tim SAR dari Provinsi Lampung tetap melaksanakan kegiatan pencarian dan penyisiran di lokasi-lokasi yang dianggap kemungkinan berpotensi akan adanya korban yang muncul atau terapung,” ungkapnya.

Saidar mengatakan, bahwa hasil upaya pencarian dan penemuan bangkai kapal KMP Bahuga Jaya nantinya akan dilakukan evaluasi bersama oleh Basarnas untuk menentukan langkah yang akan diambil selanjutanya.

Sebab, ujarnya, tim SAR tetap akan berupaya memenuhi harapan para keluarga korban penumpang KMP Bahuga Jaya yang hilang terkait dengan nasib keluarga mereka yang belum kondisinya. “Kita akan melakukan evaluasi dan rapat bersama dengan Kementerian Perhubungan. Salah satu untuk menentukan langkah upaya selanjutnya yang akan kita ambil,” paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini