News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Eksavator Milyaran Rupiah Tenggelam

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Alat berat yang berada di lokasi pembangunan jembatan Mensubuk Jumat (11/10/2012), alat tersebut sudah 1 bulan lebih tenggelam, namun belum berhasil dievakuasi. (ali)

TRIBUNNEWS.COM KETAPANG,-Alat berat eksavator milik dinas PU Ketapang yang digunakan untuk proses pengerjaan proyek jembatan Mensubuk tengelam di danau Mensubuk , Desa tanjungpura Kecamatan Muara Pawan.

Herman (20) warga sekitar mengatakan , alat berat tersebut tengelam di Danau sudah terjadi sejak 1 bulan yang lalu, saat mengerjakan jembatan tersebut, namun hingga kini belum juga dievakuasi.

‘’Saat eksavator melewati parit kecil yang sudah tertimbun kayu untuk mengambil tiang, jembatan yang ada di seberang danau mensubuk ,alat itu terperosok, dan lama-lama eksavator itu semakin tengelam, karena yang dilewati itu bekas anak sungai yang sudah tertimbun kayu-kayu,’’Katanya jumat (12/10/2012) ditemuai di lokasi tengelamnya Eksavator.

Sejak 10 hari yang lalu kata Herman sudah ada dua alat berat Eksavator yang akan melakukan evakuasi untuk menarik 1 unit eksavator yang tengelam tersebut, namun hingga kini badan eksavator yang sudah tengelam sekitar 4 meter ke ke dalam parit tersebut belum dapat mengangkat badan eksavator dari dalam sungai.

‘’Kemarin mesin eksavatornya sudah dilepas dan diambil,’’ujarnya.

Menurutnya dulunya parit atau sungai tersebut sangat dalam yang digunakan masyarakat sekitar untuk mengeluarkan kayu-kayu dari dalam hutan, karena sudah lama tidak digunakan lagi akhirnya parit tersebut tertimbun oleh kayu-kayu.

‘’Tanah di sini gambut dan lembah, jadi tanahnya tidak kuat untuk menahan Eksavator yang punya beban berat,’’Katanya.

Tokoh Masyarakat Ketapang Bujang Daud mengatakan, eksavator tersebut milik dinas PU yang disewakan kepada pihak ketiga atau kontraktor alat berat itu senilai 1,3 Milyar. Alat eksavator tersebut akan melaksanakan pekerjaan jembatan Mensubuk di Desa Tanjungpura Kecamatan Muara Pawan .

‘’Jika alat itu rusak, PU dan kontraktornya harus bertanggung jawab, karena alat itu aset daerah,’’Kata Bujang.

Menurutnya kontraktor dan dinas PU tidak teliti dan teledor dan tidak paham kondisi lahan yang penuh dengan gambut sehingga menyebabkan tengelam eksavator milik pemda tersebut.

‘’Itu artinya mengerjakan proyek asal-asalan dan tidak hati-hati,akhirnya seperti ini,’’Ujarnya.

Kontraktor Tak Kuasai  Medan

Agustami Seketaris Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LPPD) Ketapang menilai, tengelamnya alat berat tersebut karena kontraktor tidak hati-hati dalam melaksanakan pengerjaan proyek tersebut di danau mensubuk itu adalah lahan rawa dan gambut.

Agus mengatakan, seharusnya kontraktor menguasai medan di lapangan, mereka harus ekstra hati-hati dalam mengerjakan proyek tersebut karena lahan atau tanah di danau mensubuk tersebut rawa dan gambut.

“Ini bakal menghambat pembangunan jembatan tersebut,’’Kata Agus.

 Agus mengatakan seharusnya pihak kontraktor dan Dinas PU berkerja secara professional agar kejadian seperti ini tidak terjadi dikemudian hari, eksavator itu milik daerah jika rusak harus bisa dipertangungjawabkan dan diganti oleh pihak penyewa eksavator tersebut karena sudah merugikan pemkab Ketapang.

‘’Alat itu kan milik daerah,jadi kalau rusak harus diganti dan dipertanggungjawabkan,itu merupakan sumber PAD Ketapang,adanya kejadian ini juga bakal menghambat kontraktor yang lainya yang akan mengunakan alat itu’’Ujar Agus. (ali)

Sementara salah satu kontraktor yang enggan disebutkan namanya mengatakan, alat berat Eksavator tersebut milik Dinas PU Ketapang yang disewakan kepada pihak ketiga tau kontraktor per-jamnya Rp. 300 Ribu.

’Dulu saat saya mengerjakan proyek, saya pernah juga menyewa alat itu perjamnya Rp.300 Ribu,1 Unit Esavator tersebut dibeli dengan harga 1,3 Milyar, ’’Katanya.

Menurutnya,di Dinas PU banyak alat-alat yang disewakan kepada pihak ketiga atau kontraktror dianataranya Eksavator,Stom,Pibro dan Greder yang kesemuanya milik Pemkab Ketapang.

Sebelumya masyarakat yang mengeluh lantaran tak kelar-kelarnya Jembatan Mensubuk dan adanya Pungli meting . Jembatan itu dinilai sangat penting bagi mobilisasi masyarakat lantaran dapat memperpendek jarak antara beberapa kecamatan.

Meski telah dianggarkan sejak 2010 lalu, namun sampai sekarang proyek jembatan mensubuk tak kunjung selesai.

Jika Jembatan Mensubuk telah dibangun maka hubungan dengan kecamatan lainnya baik Kecamatan Sungai Laur, Sandai, Hulu Sungai, Simpang Hulu, Simpang Dua, maupun hubungan dengan Kecamatan Tumbang Titi, Sungai Melayu, dan lainnya juga semakin dekat. (ali)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini