"Kemudian anak ingin BB, lifestyle. Dalam penelitian kami, ada pakaian, kemudian makanan anak-anak. Sekarang jarang makan di rumah, lebih senang makan di kafe. Ini perlu kita cermati," ujarnya.
Selain itu sistem pendidikan turut menjadi penyebab perilaku menyimpang dikalangan pelajar tersebut tumbuh subur. Diakui, banyak pakar pendidikan menilai selama ini pendidikan lebih mengutamakan kognitif dan motorik.
"Hanya supaya otaknya pintar. Tetapi tidak menyinggung moral, emosional. Ini menjadi evaluasi kita," ujarnya.
Baca tanpa iklan