TRIBUNNEWS.COM,TUBAN – Panasnya terik matahari tak menyurutkan aksi blokade ratusan warga terhadap pintu utama Terminal BBM Pertamina di Tanjung Awar-awar Tuban. Warga pun memasang terpal untuk tenda berteduh setelah beberapa jam berunjuk rasa, Rabu (31/10/2012).
Awalnya, warga akan memasang terop atau tenda besar di depan pintu utama terminal BBM tersebut. Namun, rencana itu dibatalakan lantaran tidak diizinkan oleh petugas kepolisian yang menjaga. Setelah beberapa saat berdialog dengan petugas, akhirnya warga diperbolehkan memasang terpal saja.
“Kami akan terus berjuang. Selama tuntutan kami belum dipenuhi, kami akan terus memblokade terminal BBM Pertamina ini,” ujar sejumlah pendemo di sela aksinya.
Tuntutan warga masih tetap sama dengan beberapa aksi sebelumnya yang tak kunjung direalisasi oleh pihak Pertamina. Mereka meminta kompensasi atas bau busuk yang terus menyengat dari operasional Terminal BBM Pertamina, warga minta pengobatan gratis bagi yang terdampak dan minta diprioritaskan dalam rekrutmen tenaga kerja lokal.
“Sudah beberapa kali kita demo. Tapi, Pertamina hanya janji-janji saja. Pemerintah yang kata mau memediasi kami juga hanya omong kosong,” ungkap Damuri, koordinator aksi.
Di bawah terik panas yang semakin menyengat, ratusan pendemo yang juga diikuti para ibu-ibu itu terus bertahan. mereka mengaku bakal terus memblokade terminal BBM Pertamina sampai tuntutuan dipenuhi.
Pendemo Pasang Tenda Tak Tahan Panas
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan