TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Amuk massa yang terjadi di Desa Balinuraga Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (27/10/2012) hingga Senin (29/10/2012) pekan lalu menyebabkan sedikitnya 400 rumah warga di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan rusak. Data tersebut didapat dari Kementerian Perumahan Rakyat.
Menurut kesaksian dari warga Balinuraga, massa yang menyerang warga tak hanya menjarah, tapi juga merusak rumah dan tempat beribadah. Bahkan banyak dari massa tersebut sudah dibekali oleh senjata seperti parang dan bom ikan.
"Mereka datang dari tiga penjuru, saya lihat banyak yang bawa bom ikan. Rumah saya habis kena bom ikan juga," ujar Paindah (40), warga Balinuraga yang masih tinggal di penampungan, Selasa (6/11//2012) saat disambangi Tribunnews.com di penampungan.
Ternyata amukan massa yang diduga dari Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Mesuji itu juga menghancurkan 2 tempat ibadah, 5 panti, serta 1 sekolahan.
"Habis pak, pokoknya semua yang mereka lihat dihabisi. Kalau umat Hindu kan ada tempat ibadahnya di dalam rumah pak, itu juga dirusak sama mereka, sekolahan juga dirusak pak," ungkap Sumat, warga Desa Agom yang bersebelahan dengan desa Balinuraga.
Untuk mengantisipasi adanya amukan massa menuju Balinuraga, sejumlah petugas berpatroli di lokasi kerusuhan Desa Balinuraga, Waypanji, Lampung Selatan. Bantuan pun datang dari Departemen Sosial dengan memberikan tenda untuk penampungan, tempat kesehatan dan logistik.
Dari informasi yang dihimpun Tribunnews.com, penyebab kerusuhan yang terjadi di Balinuraga berawal dari dua gadis dari penduduk pribumi terjatuh dari motor. Kemudian ada isu seronok pada saat warga Balinuraga memberikan pertolongan.
Massa yang menyerang menurut kesaksian warga berasal dari tiga penjuru daerah Lampung yakni, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Mesuji.
Baca Juga:
Baca tanpa iklan