News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilwalkot Bandung 2013

KPU : Butuh Dana Rp 56 Miliar untuk Dua Putaran

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU)

TRIBUNNEWS.COM  BANDUNG, - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tanggal pemilihan wali kota dan wakil wali kota Kota Bandung (Pilwalkot)  pada 23 Juni 2013.
Jabatan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan wakilnya Ayi Vivananda berakhir pada 16 September 2013.

Ketua KPU Kota Bandung, Apipudin mengatakan, idealnya pelaksanaan Pilwalkot dilaksanakan 30 hari sebelum non aktifitasnya Dada dan Ayi.

"Dalam undang-undang Pemilukada No 32/2004 harusnya jatuh 16 Agustus. Namun, atas pertimbangan yuridis, sosiologis, dan teknis, pelaksanaan kami tarik hingga 23 Juni 2012," ujar Apipudin saat konferensi pers di Aula KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (12/11).
Aspek-aspek yang dipertimbangkan yakni suasana hari kemerdekaan dan lebaran yang berdekatan di tengah bulan Agustus.

"Selain itu antisipasi putaran kedua yang bisa saja bersamaan dengan lepasnya jabatan wali kota yang sekarang. Sedangkan pada bulan Juli  bertepatan dengan Ramadan," ujar Apipudin.

Apipudin mengatakan putusan 23 Juni Pilwalkot setelah rapat komisioner internal sebanyak tiga kali. Finalnya setelah dengar pendapat dengan tokoh masyarakat, legislatif, tokoh agama, akademisi, dan stakeholder lainnya.

"Semua partai juga sudah menerima dan sepakat. Semua mendukung termasuk anggaran. Baik oleh eksekutif dan legislatif," ujar Apipudin.

Apipudin mengatakan untuk pendaftaran jalur perseorangan dibuka 21-27 Januari 2013. Calon  wajib didukung 3% dari jumlah penduduk Kota Bandung. Sedangkan untuk jalur partai dimulai 25 Februari-3 Maret.

Sementara H-14, yakni  6-20 Juni  masa kampanye, dilanjutkan 21-22 Juni untuk masa tenang.
Apipudin mengatakan jika terjadi dua putaran maka Agustus 2013 bisa dimulai putaran kedua.
Apipudin mengatakan  Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mulanya sekitar 3.000-an pada 2008  kini bisa menembus 4.161 karena jumlah  pemilih bertambah.

Apipudin mengatakan untuk menggelar Pilwalkot dibutuhkan dana sebesar Rp 56 miliar untuk putaran 1 sebesar Rp 39,1 miliar dan putaran kedua Rp 16,5 miliar.(tsm)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini