Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menegaskan kembali bahwa kawasan 7 titik harus bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun kenyataannya PKL justru bertumpuk di kawasan 7 titik seperti di Jalan Kepatihan, Dalem Kaum, Dewi Sartika, Otto Iskandardinata, Merdeka, Alun-alun dan Asia Afrika.
Hasil pantauan, Jumat (16/11/2012) hampir seluruh kawasan 7 titik dipenuhi PKL hanya Jalan Asia Afrika yang kosong PKL. Sementara Kepatihan dan Dalam Kaum paling padat tidak hanya trotoar dipenuhi PKL tapi badan jalan lebih dari setengahnya dikuasai untuk berjualan.
Akibat berjualan di badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat bahkan untuk jalan kaki saja sulit.
Kepala Dinas Koperasi Periindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, kawasan 7 titik tak bisa ditawar lagi harus bebas PKL. "Kawasan 7 titik harga mati bebas PKL karena sudah putusan Wali Kota yang tak bisa ditawar," ujar Ema di Balai Kota, Jumat (16/11/2012).
Menurut Ema, jika saat ini masih banyak PKL di kawasan 7 titik pasti secara perlahan akan tertib. "Kami sedang mencari solusi untuk relokasi PKL dii 7 titik ," ujar Ema.
Ema mengharapkan, para camat di wilayahnya masing-masing untuk mencari lokasi untuk menampung PKL. "Para camat harus bisa mendekati para pengusaha khususnya pemilik mall agar bisa menampung PKL," ujar Ema.
Baca tanpa iklan