News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hiswana Migas Bantah Gas 3 Kg Langka

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para petugas sedang melakukan pengisian gas ke dalam tabung elpiji 3 kilogram di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Liwas, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/8/2012). Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) bahan bakar subsidi tabung gas elpiji 3 kilogram senilai Rp 15 ribu untuk Manado dan sekitarnya. (Tribun Manado/Rizky Adriansyah)

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM KETAPANG, -Wakil ketua IV Hiswana Migas Kalbar, H Yusman, membantah telah terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di Ketapang. Menurutnya penyebab masyarakat sulit mendapatkan gas bersubsidi tersebut, karena jumlah pengguna baru semakin bertambah.

“Sebenarnya tidak ada kelangkaan, melainkan sekarang ini semakin banyak permintaan gas 3 kg dari masyarakat, karena sekarang masyarakat yang sebelumnya menggunakan minyak tanah sudah beralih ke gas 3 kg,” kata Yusman kepada Tribun belum lama ini.

Yusman, yang juga direktur agen resmi penyalur elpiji 3 Kg ini menambahkan, dari pengamatan yang dilakukannya, sekarang ini juga banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan gas 12 Kg beralih menggunakan gas 3 kg. Dengan alasan lebih murah.

“Kalau dulu kita masih terbantu dengan minyak tanah, namun sekarang kita sudah tidak menjual minyak tanah lagi, makanya permintaan semakin banyak, apalagi belakangan ada juga masyarakat yang sebelumnya memakai gas 12 Kg beralih ke gas 3 Kg,” tandasnya.

Yusman mengatakan, akibat kondisi yang demikian, pihaknya telah mengajukan penambahan jumlah gas 3 kg. Bahkan jika penambahan tersebut dirasa masih kurang, dalam waktu dekat dirinya akan mengajukan penambahan lagi.

“Setelah ada penambahan, sekarang perbulan kita mendapatkan stok 26320 tabung gas perbulan, namun Desember nanti kita akan mengajukan kembali, mudah-mudahan dengan adanya penambahan tidak lagi terjadi kekurangan,” jelasnya.

Penjelasan, Yusman tersebut berbeda dengan pengakuan karyawan bagian gas di agen milik Yusman. Kata karyawan tersebut, penyebab terjadinya kelangkaan gas belakangan ini karena pendistribusian yang dilakukan mengalami kendala.

“Gas tersebut pada umumnya kita bawa melalui jalur darat, namun karena kondisi insfrastruktur tidak memadai, pendistribusian gas elpiji menjadi terhambat,” tegasnya.

Karyawan tersebut mengatakan, kerusakan jalan tersebut persisnya di titik Jalan menuju Tayan. Kondisi ini akhirnya membuat pasokan gas elpiji menuju Ketapang menjadi terhambat. (ali)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini