Laporan dari Sutono wartawan Surya
TRIBUNNEWS.COM,JOMBANG - Jenazah Ellen Carolina (24), karyawan PT Asco Prima Mobilindo yang manjadi korban pembunuhan, dikebumikan di makam Tionghoa Margo Langgeng, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang Kota, Jombang, Rabu (5/12/2012).
Diiringi puluhan keluarga dan teman-temannya, jasad Ellen diberangkatkan dari pesemayaman Margo Langgeng menuju pemakaman. Sebelum dimakamkan, jenazah Ellen disemayamkan sejak Jumat (30/11/2012) malam.
Dari rombongan pengantar, yang paling syok memang Winarsih. Bahkan tangisan sang ibunda, Winarsih (50), langsung pecah ketika peti mati Ellen yang mayatnya ditemukan di jalan menuju Hotel Padepokan Cahaya Putra (PCP) Trawas, Kabupaten Mojokerto ini diturunkan ke liang lahat.
Air mata Winarsih pun tumpah berlelehan di kedua pipinya. Melihat Winarsih menangis, sejumlah kerabat juga ikut terisak-isak. Karena kondisi Winarsih yang terlalu syok, kerabatnya lantas membawa perempuan berkulit putih itu pulang sebelum prosesi pemakaman tuntas.
Jenazah mahasiswi UWK Surabaya ini dimakamkan berdampingan dengan makam mendiang ayahandanya, Abraham Sadak alias Oei Kim Dak, yang meninggal pada 13 Maret 2012.
Setelah prosesi pemakaman selesai, sejumlah kerabat melakukan tabur bunga di atas makam Ellen. Gundukan tanah yang masih basah itu dipenuhi taburan bunga melati.
Roby Wijaya (24), adik sepupu Ellen mengungkapkan, kakak sepupunya (Ellen) diketahui sebagai orang yang baik.
"Dia rajin ke gereja. Saya yakin dia damai bersama Tuhan Yesus di alam sana," kata Roby Wijaya, di pemakaman.
Roby juga mengatakan, selain rajin beribadat Ellen cukup berbakti kepada keluarga.
"Makanya saya berharap pembunuh Ellen dihukum setimpal dengan perbuatan,” sambung Robi.
Paman Ellen, yakni Adi Nugroho (62), mengisahkan semula ia tidak percaya Ellen meninggal dengan cara tragis, dibunuh dan mayatnya dibuang. Adi Nugroho mengaku terakhir bertemu Ellen saat lebaran Idul Fitri lalu.
“Sejak itu, saya belum ketemu lagi dengan dia. Juga tidak ada firasat aneh sedikit pun,” kata lelaki yang seluruh rambutnya sudah memutih itu.
Ellen sendiri, kata Adi Nugroho, merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Abraham Sadak alias Oei Kim Dak, sedangkan ibunya bernama Winarsih. Kim Dak sudqah meninggal pada 13 Maret 2012. Keluarga ini tinggal di Jalan Abdurrahman Saleh No 94 Jombang.
Diberitakan, Ellen Carolina, mahasiswi UWK ditemukan dalam kondisi tewas di jalan paving Dusun Slepi, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jum'at (30/11/2012) pagi.
Saat ditemukan, ia masih menggunakan seragam Sales Executive di PT Asco Prima Mobilindo-Daihatsu, di Jalan Mastrip Surabaya. Wajah dan perut mayat perempuan tersebut lebam, bekas cekikan pada leher, serta kaki dililit tali rafia.
Dalam waktu singkat, polisi membekuk dua pelaku pembunuh Ellen. Masing-masing Limanto Hartono alias I We alias Erik alias Roni (24), warga Pacar Kembang No 49 Surabaya.
Kemudian satu lagi, pekerja kuli angkut, Joko Slamet alias Tonggos (17), warga Pacar Kembang Gang Lebar Surabaya. Joko membantu pembunuhan. Pemeriksaan sementara polisi, motif pembunuhan karena ingin menguasai harta korban.
Baca tanpa iklan