TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Pembayaran jual-beli aset warga di Area Peta Terdampak semburan lumpur Sidoarjo kembali dilanjutkan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). Warga mengantri untuk menarik uang di Bank Rakyat Indonesia (BRI) setempat.
Chayumi (55) bersama suaminya, Mat Soleh (62), menyatakan apresiasinya terhadap pihak Minarak Lapindo Jaya.
"Ini menunjukkan ada niat baik Lapindo kepada warga," kata Warga Desa Candi RT 11 RW 4 Kecamatan Candi itu saat mengantri di ATM Bank BRI, di kawasan Pasar Larangan, Candi, Sidoarjo, Rabu (5/12/2012) sore.
Mantan guru TK ini mengungkapkan, dari keseluruhan asetnya yang benilai Rp725 juta, dana yang sudah ia terima mencapai 70%.
"Dari angsuran selama ini kami telah menerima lebih dari 500 juta rupiah. Dana tersebut sudah kami pergunakan untuk membangun rumah baru di Candi. Meski ukurannya sedikit lebih kecil daripada yang lama namun letaknya lebih strategis, karena lebih dekat dengan pusat kota," ujarnya, dalam rilis PT MLJ yang diterima Tribun.
Warga lainnya, Misbahudin (52), warga Desa Kali Tengah RT2 RW 3, yang sedang mengantri di ATM BRI Jl. Raya Porong, menyatakan Lapindo sudah menunjukkan niat baik melakukan pembayaran kepada warga. Ia berharap niat baik itu terus berlanjut.
"Uang itu saya pergunakan untuk tambahan modal usaha saya. Alhamdulilah tetap bisa saya lanjutkan dengan enam karyawan di rumah saya yang baru. Hasil dari usaha ini saya pergunakan untuk menyekolahkan anak kami di ITS Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang,” pungkasnya.
Secara terpisah Sekretaris Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) Khoirul Huda menyatakan pembayaran tersebut merupakan bukti pemenuhan komitmen keluarga Bakrie terhadap warga.
Menurut Huda, pembayaran yang dimulai pada Rabu (5/12) itu merupakan hasil pertemuan Perwakilan Warga Korban Lumpur Sidoarjo dengan Nirwan D. Bakrie yang didampingi oleh Bupati Sidoarjo dan Wakil DPRD Sidoarjo, serta Pansus Dampak Luapan Lumpur Sidoarjo - DPRD Sidoarjo tentang penyelesaian jual beli tanah dan bangunan terdampak lumpur dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007.
Saat ini terdapat total berkas yang masih dalam proses pembayaran sebanyak 3.757 berkas dari total sebelumnya sebanyak 13.237 berkas. Selama 5-24 Desember 2012 dilakukan pembayaran secara bertahap. Pihak Lapindo menyediakan dana mencapai Rp250 miliar untuk pembayaran.
Dari 3.757 berkas tersisa, Lapindo akan melunasi sebanyak 1.757 berkas. Sementara sisanya, 2.000 berkas, akan mendapatkan pembayaran secara bertahap dan akan dilunasi secepatnya pada 2013.
Klik:
Baca tanpa iklan