TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Peredaran bakso daging babi yang ditemukan di DKI Jakarta, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Untuk mengantisipasi peredaran bakso babi, Wali Kota Bandung Dada Rosada meminta Dinas Koperasi, Indrustri, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk melakukan operasi terhadap para produsen bakso di Kota Bandung.
"Kita sangat mewaspadai beredarnya bakso babi di Kota Bandung. Makanya Dikoperindag agar memeriksa langsung ke lapangan terutama kepada para produsen bakso di Kota Bandung," ujar Dada di Pendopo, Sabtu (15/12).
Dada mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat tentang beredarnya bakso babi di Kota Bandung. Namun Pemkot Bandung tetap melakukan prefentif supaya Kota Bandung bersih dari peredaran bakso babi.
"Pemkot tetap mewaspadai dan mengawasi daging babi dan diharapkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk bergerak aktif mengantisipasi peredaran bakso babi di Kota Bandung," ujar Dada.
Dada juga langsung membeli bakso Linggajati di pinggir Pendopo sebagai langgananan sejaK tahun 1960. "Saya percaya di Bandung, para pedagang jujur. Kasus bakso sapi campur babi tidak terjadi di Bandung,"ujar Dada.
Dada pun memanggil pemiliK bakso Linggarjati, Agus Ruswana. Agus mengatakan, pihaknya hanya menggunakan daging sapi untuk membuat bakso. Meski harga daging sapi melambung, namun kondisi tersebut tidak membuatnya melakukan hal yang dilarang. "Memang daging sapi harganya naik makanya mengurangi ukuran bakso menjadi sedikit kecil. Bukan mengganti dengan daging babi," ujarnya.
Menurut Agus, ada perbedaan yang sangat mencolok antara bakso sapi dengan bakso babi. "Salah satunya, bakso babi itu lebih kenyal dibandingkan dengan bakso sapi," ujar Agus.(*)
Baca Juga :
- Ditolak Imigrasi, Imigran Afghanistan Balik Kucing ke Polres 14 menit lalu
- Pelabuhan Takalar Segera Ditenderkan 38 menit lalu
- Warga Tasela Tolak Gabung dengan Gasela 56 menit lalu
Baca tanpa iklan