News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Elpiji Langka, Tapi Aman Sampai Awal Tahun

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Direktur Migas Non SPBU Al Masoem, Mulyadi, menyebutkan stok elpiji tiga kilogram, sejauh yang ia ketahui, masih cukup hingga akhir bulan. Bahkan stok tersebut, ujarnya, aman sampai awal tahun nanti.

Namun diakuinya, permintaan elpiji ukuran tiga kilogram memang meningkat menjelang Natal dan pergantian tahun.

"Stok LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Bandung secara umum masih stabil. Sebanyak 75 agen yang ada di Kabupaten Bandung belum meminta penambahan stok," ujar Mulyadi kepada Tribun melalui pesawat telepon, Senin (17/12/2012).

Mulyadi mengatakan, ketersediaan tetap ada lantaran pasokan setiap bulannya tetap berjalan lancar. Dalam sebulan pihaknya mendapat suplai tabung gas tiga kilogram dari Pertamina sekitar 58.800 tabung. Jumlah itu, kata Mulyadi, merupakan jatah yang diberikan Pertamina kepada Al Masoem Grup.

"Selama ini memang belum ada peningkatan. Kalaupun ada peningkatan permintaan kami masih bisa memenuhi. Kenaikan ini masih kategori normal. Namun jika memang sudah tak mampu lagi biasanya Pertamina yang akan menambah jumlah stok. Selama ini kami masih mampu memenuhi kebutuhan sesuai jatah," ujarnya.

Ketersediaan stok elpiji ukuran tiga kilogram ini, sebelumnya juga ditegaskan Sales Representatif Elpiji 3 Kilogram PT Pertamina Bandung-Sumedang, Hendra Rahmawan, Jumat (14/12/2012). "Pasokan untuk Natal dan Tahun Baru 2013, aman," ujarnya saat itu.

Sejauh ini, kata Hendra, pasokan dan pendistribusian elpiji 3 kilogram di wilayah Bandung Raya tetap normal. Pada Desember tahun ini, ungkapnya, pihaknya menyiapkan 5,5 juta tabung elpiji 3 kilogram.
Meski pada momen Natal dan tahun baru kenaikan permintaan pasti terjadi, Hendra memprediksi, kenaikannya tak akan terlalu besar. Namun demikian, kata Hendra, pihaknya tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya, menyiapkan penambahan pasokan.

"Antisipasi jelas kami siapkan. Kami mengalokasikan 221 ribu tabung sebagai cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Bahkan, jika masih terjadi kenaikan, kami menyiapkan 221 ribu tabung tambahan berikutnya," papar Hendra.

Selain menjaga pasokan, tambah Hendra, pihaknya pun memperlancar sistem pendistribusian kepada agen-agen penjualan dan pangkalan-pangkalan di Bandung Raya.

Hingga kini, ucapnya, di Bandung Raya, terdapat ratusan agen dan ribuan pangkalan elpiji 3 kilogram. "Jumlah agen sebanyak 141 unit. Sedangkan pangkalan mencapai sekitar 5 ribu pangkalan," ujar Hendra.

Agar penyaluran elpiji 3 kilogram tepat sasaran, imbuh Hendra, pihaknya pun melakukan sejumlah kiat. Antara lain, cetusnya, melakukan verifikasi data pangkalan. "Itu mencakup volume kebutuhan sehingga pendistribusiannya dapat berlangsung merata," kata Hendra.

Terkait kelangkaan yang sempat terjadi di KBB, Sekretaris Himpunan Wiraswasta Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DPC Bandung-Sumedang, Taufik, beberapa waktu yanmg lalu mengatakan bahwa hal itu terjadi karena meningkatnya permintaan.

"Kalau distribusi tidak ada masalah. Apalagi di musim hujan seperti ini masyarakat lebih sering menggunakan gas," jelasnya saat itu. (Tribun Jabar/cis/win/zam)

Baca juga:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini