News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Keracunan Massal, Penyidik Tunggu Hasil Labfor

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak-anak korban keracunan usai makan Mie Ayam saat dirawat di RS Babtis, Kediri, Rabu (19/12/2012)

Laporan dari Didik Mashudi wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota masih menunggu hasil penelitian tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk mengetahui penyebab kasus keracunan massal siswa SD se Kota Kediri, Jawa Timur.

Diduga siswa keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan panitia perayakan Natal bersama.

"Kami masih menunggu kepastian makanan apa yang menyebabkan keracunan massal. Sampel makanannya sudah diteliti tim labfor, sekarang kami masih  menunggu hasilnya," kata AKP Siswandi, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota kepada Surya, Selasa (25/12/2012).

Tim Labfor Polda Jatim  telah  memeriksa warung mie ayam /bakso ayam Laa Tanza yang menyediakan konsumsi mie ayam. Penelitian sama juga dilakukan perusahaan roti yang dipesan panitia Natal. Sampel makanan yang diteliti tim labfor selain sisa mie ayam, muntahan korban, sisa roti hingga kotoran korban keracunan.

Sejumlah peralatan untuk membuat mie ayam berikut peralatan masak juga ikut diamankan. Dijelaskan Siswandi, penyelidikan kasus keracunan massal memang harus menunggu hasil makanan yang memicu keracunan. Apalagi makanan yang dikonsumsi tidak hanya satu jenis.

Total ada 162 anak yang mengalami keracunan massal dirujuk ke RS Baptis, RS Bhayangkara serta RSUD Gambiran. Pihak panitia memesan 400 roti serta 400 paket  mie ayam yang dikemas dengan kotak stereofoam.

Dari penjelasan petugas tim labfor hasil penelitian paling cepat sudah dapat diketahui dua minggu setelah sampelnya mulai diteliti. Penelitian penyebab keracunan sendiri dibagi dua yakni penelitian proses kimiawi makanan serta penelitian mikrobiologi untuk mengetahui bakteri penyebab keracunan.

Sebelumnya Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro menyebutkan proses penyidikan kasus keracunan massal butuh investigasi ilmiah. Karena petugas perlu memastikan dari makanan apa penyebab keracunan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini