Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA, - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang banyak diderita warga Samarinda. Hal ini disebabkan buruknya kondisi kualitas udara di Samarinda.
Kabid Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Samarinda Slamet Soebagyo mengatakan, kondisi udara Samarinda yang berdebu diperparah dengan polusi kendaraan bermotor, membuat penyakit ini mudah menyerah warga.
"Ispa menyerang kesagala umur tidak mengenal tua maupun muda, dan kita bersyukur dalam penanganan penyakit ini bisa dilakukan dengan rawat jalan. Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh polusi udara seperti debu, asap dari kendaraan. Selain itu, cuaca yang tidak menentu di Samarinda juga membawa pengaruh besar menyerang seseorang," ujar Slamet, Kamis (27/12/2012).
Slamet mengungkapkan, 80 persen gangguan kesehatan yang dialami warga Samarinda disebabkan oleh ISPA. "80 persen gangguan kesehatan di Samarinda itu disebabkan ISPA," kata Slamet.
Untuk menghindari ISPA, Slamet menyarankan warga untuk menjaga pola hidup sehat. "Ya seperti rajin berolahraga, tidur teratur, minum vitamin, dan menjaga kontak dengan orang yang diduga menderita ISPA," katanya lagi.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan setelah berkegiatan juga mampu menanggulangi penyebaran ISPA. "Terutama pada anak kecil. Biasakan mencuci tangan setiap habis berkegiatan," paparnya.
Lantas, bagaimana dengan penggunaan masker?.Menurut Slamet, penggunaan masker tidak begitu efektif untuk mengantisipasi ISPA. "Masker yang banyak beredar sekarang kurang spesifik. Artinya tidak sempurna bisa menangkal bakteri dan virus," jelasnya.
Meski demikian, penggunaan masker juga bisa dilakukan sebagai upaya mencegah ISPA kususnya di daerah dengan kondisi udara yang buruk. "Ya seperti di jalan yang berdebu, di terminal yang padat kendaraan," bebernya. (*)
Baca Juga :
- Sopir Bus Maut Tewaskan 7 Penumpang Positif Pakai Ganja 9 menit lalu
- Mahasiswa UPN Hilang di Gunung Welirang 22 menit lalu
- Rudiyanto Temui Litha Brent Di Perusahaannya 32 menit lal
Baca tanpa iklan