News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Daging Sapi Jadi Pemicu Inflasi Desember 2012 di Jabar

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang daging sapi menunggu pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (27/11/2012). Harga daging sapi di tempat ini masih tinggi, yaitu Rp 90.000 per kilogram. Pedagang memprediksi harga akan susah turun dikarenakan mendekati hari raya Natal dan Tahun Baru. Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM) 27-11-2012

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG,- Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kanwil VI, Nita Yosita mengatakan, daging sapi menjadi pemicu terjadinya inflasi pada Desember 2012. Sumbangsihnya sebesar 0,07 persen.

Selain daging sapi, beras dan telur ayam ras juga ikut mendorong inflasi bulan ini. Beras malah menempati urutan pertama dengan angka 0,08 persen, sedangkan telur ayam ras sebesar 0,06 persen.

BI memprediksi, inflasi Desember 2012 di Jabar mencapai 0,27-0,33 persen. Dengan demikian, inflasi sepanjang 2012 di Jabar pun akan menyentuh 3,8 persen karena inflasi sepanjang Januari-November 2012 sebesar 3,51 persen.

Terkait daging sapi yang mendorong inflasi pada Desember 2012, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Fery Sofwan Arif mengatakan, telah terjadi kenaikan harga daging sapi yang signifikan antara Lebaran 2011 dengan Lebaran 2012. "Sampai 25 persen daging sapi itu naiknya dari Lebaran tahun lalu dengan tahun sekarang. Sementara Desember 2011 dengan Desember 2012 kenaikannya mencapai 33 persen," katanya.

Tren harga daging sapi ini, kata Fery naik terus. Malah, katanya, harga sepanjang November 2012 dibanding Desember 2012 pun naik 8 persen. (*)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini