News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Malang Mulai Terjangkit Virus Flu Burung Jenis Baru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim kesehatan Pelabuhan menuntun kedua Anak Buah Kapal (ABK) yang terjangkit penyakit menular Flu Burung keluar dari Kapal Queen Soya menuju tenda khusus evakuasi saat Simulasi Penanggulangan Public Health Emergency Of Internasional Concern (PHEIC) di Pelabuhan Samarinda, Selasa (25/9/2012). Simulasi PHEIC disaksikan kepala sub Direktorat Jenderal Karantina Kesehatan (Karkes) Direktorat Jenderal Pengendalian Lingkungan (Ditjen PP dan PL) Kementrian Kesehatan RI, dr Zahimir Setiawan, Wawali Samarinda Nusyirwan Ismail Kepala Adpel Samarinda Bay M Hasani, Perwakilan KPPP. (TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Para peternak itik di Malang sebaiknya mulai waspada dengan serangan flu burung. Sejumlah itik yang mati di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen dan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang akhirnya dinyatakan positif flu burung.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Sujono mengatakan, sampel dua itik di Desa Malingawan yang mati telah dikirim di FKH Unair. Dan hasilnya, itik tersebut positif mati akibat serangan avian influenza (AI).

“Ciri-ciri itik yang mati di Mangunrejo juga sama dengan itik di Mangliawan. Dengan demikian saya yakin juga sama-sama positif flu burung,” katanya di Malang, Kamis(27/12/2012).

Dengan masuknya flu burung pada itik, ia berharap para peternak itik lebih menjaga kebersihan sanitasi kandang-kandang ternak dan rajin membersihkannya dengan desinfektan.

“Saat ini, sudah kami salurkan 100 liter desinfektan kepada para peternak unggas. Karena jumlahnya terbatas, kami berharap para peternak membuat desinfektan secara mandiri. Yakni dengan air sabun dan air kapur,” ujarnya.

Dikatakan Sujono, jika ada itik yang mati dengan ciri-ciri indikasi kena flu burung, peternak harus segera membakarnya. Selain itu juga meminta peternak unggas ikut mengantisipasi persebaran flu burung, dengan tidak membeli unggas dari luar daerah atau menjual unggas ke daerah lain.

“Namun, pelarangan sulit dilakukan karena Kabupaten Malang yang luas. Antisipasinya lebih baik dari peternak agar virus itu tidak menyebar ke itik lainnya,” jelasnya.

Populasi itik di Kabupaten Malang sekitar 166.000 ekor, yang tersebar di Kecamatan Pakisaji, Turen, Kepanjen, dan Kecamatan Pakis. Rata-rata itik dikelola di sekitar rumah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini