TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Penggerebekan pangkalan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gambut oleh Satgas BBM Kalsel yang berakhir ricuh akibat mendapat perlawanan dari preman setempat, berakhir dengan pernyataan kesepakatan damai.
Perdamaian terjadi kedua belah pihak yang bertikai menyatakan peristiwa yang terjadi pada 23 Desember 2012 lalu itu hanya kesalahpahaman semata.
"Masing-masing pihak telah menandatangani pernyataan tersebut di sebuah surat pernyataan bermaterai," ujar kuasa hukum Arbani alias Bani penimbun BBM, Fauzan Ramon, Senin (7/1/2013).
Pernyataan ditandatangani langsung tim Satgas BBM yang terdiri dari wakil ketua satgas BBM Hadi Soesilo dan anggota Satgas BBM, Hermansyah dan Norbani dan Arbaini.
Sebelumnya saat melakukan penggerebekan di Jalan Pemanjatan Rt 10 gang Bumi Mandiri Kelurahan Gambut, tim Satgas mendapat perlawanan pemilik gudang BBM.
Bahkan akibat penggerebekan yang tanpa dikoordinasikan dengan pihak kepolisian itu terjadi adu pukul yang menyebabkan sejumlah tim Satgas divisum di puskesmas setempat.
Baca tanpa iklan