TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA - Larti tersenyum ketika ia sudah memeriksakan tangannya yang terasa gatal di sebuah tenda pelayanan kesehatan di UPT 2 Desa Sungai Rambutan Kecamatan Indralaya Utara, Senin (7/1/2013) sore. Bahkan, wanita yang juga menyertakan anaknya ini juga sudah mendapatkan obat-obatan.
Ia mengaku sudah beberapa pekan menderita gatal-gatal pada tangan dan kakinya sejak banjir melanda pemukiman tersebut. "Untunglah bisa berobat. Gratis pula," katanya senang.
Tidak hanya Larti saja, ratusan orang baik dari anak-anak hingga orang tua juga mendapatkan pengobatan secara gratis di tenda yang telah disediakan.
Menurut data Dinas Kesehatan Ogan Ilir, terdapat hampir 100 orang yang sudah mendapatkan pengobatan gratis menyusul banjir yang melanda kawasan tersebut.
"Sejak sore hari, 96 orang yang berobat dan diperkirakan ini akan meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan, Kosasih kepada Tribun Sumsel (Tribunnews Network).
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan tenaga sebanyak 20 tenaga medis yang akan standby 24 jam di tempat tersebut selama bencana banjir melanda.
"Sementara ini yang berobat masih dalam kategori sedang yakni gatal-gatal dan flu. Kemungkinan karena dampak banjir ini. Pokoknya kami standby disini sampai banjir usai," ujarnya.
Sementara itu, total kepala keluarga yang berada di kawasan tersebut yakni sebanyak 300 KK. Dengan rincian, 160 KK memilih tetap bertahan dan sisanya mengungsi ke tempat saudaranya masing-masing.
"Yang bertahan ini kebanyakan dari mereka tidak ada saudara. Selain itu, memilih menjaga barang-barangnya disini," kata Sekretaris Desa Sungai Rambutan UPT 2 Kecamatan Indralaya Ogan Ilir, Slamet.
Tak ketinggalan pula, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin yang sebelumnya menghadiri perayaan HUT Ogan Ilir ke-9 di halaman Pemkab Ogan Ilir, juga mengunjungi warga di tempat tersebut. Sekitar pukul 17.30 WIB, Alex Noerdin bersama rombongan termasuk Bupati Ogan Ilir, Mawardi Yahya juga mengunjungi korban banjir.
Mereka memberikan bantuan berupa logistik yang diserahkan secara simbolis kepada beberapa warga yang menerimanya. Namun demikian, warga masih merasa kesulitan tentang alat transportasi di tempat tersebut. Padahal, warga membutuhkannya yakni perahu.
"Sudah ada perahu karet dari dinas terkait, tapi bocor. makanya, kami butuh perahu juga untuk ronda malam atau pergi kemana-mana," kata warga. (and)
Baca tanpa iklan