TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN -- Sepinya pasar Maimun, Kolong, Kelurahan Sungai Lakam, Kecamatan Karimun tidak hanya dikeluhkan oleh para pedagang. Warga yang ingin berbelanja di pasar tersebut juga banyak yang kecewa karena sedikitnya pedagang sehingga barang yang ingin mereka beli tidak tersedia.
Tini (22), ibu rumah tangga yang dijumpai Tribun saat belanja di pasar Puan Maimun, Sabtu (19/1/2013) mengaku sering mengalami hal tersebut. Padahal, dia lebih senang berbelanja di pasar tersebut karena lebih bersih dan nyaman dibandingkan pasar tradisional lainnya di Karimun.
"Kalau mau jujur, saya lebih senang belanja di sini (Pasar Maimun), tempatnya bersih dan nyaman. Fasilitasnya lengkap, ada toilet di lantai dua, air bersih yang langsung mengalir ke lapak lapak pedagang, tempat untuk salat juga ada. Sayangnya, semakin hari pasar ini semakin sepi," katanya kecewa.
Ibu rumah tangga ini pun berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Karimun agar pasar Puan Maimun bisa menarik baik bagi pedagang maupun pembeli. Apalagi sepengetahuannya, pasar baru ini keberadaannya diperuntukan relokasi pedagang di pasar tradisional Puakang yang semakin sempit dan ruwet.
Pihak Pemkab Karimun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengatakan awal Februari, pedagang yang sudah mendapatkan kios akan mulai aktivitas berjualan mereka di pasar Puan Maimun. Putusan itu paska pertemuan di gedung Nasional 16 Januari malam lalu.
Bagi pedagang yang masih bandel, Disperindag Karimun selaku pengelola pasar Puan Maimun, akan menarik kembali kios atau lapak lapak pedagang tersebut. Selanjutnya akan diserahkan kepada warga yang lebih punya niat berdagang di pasar Puan Maimun.
"Masih banyak kok yang berminat berjualan di sana (pasar Maimun). Jadi kalau ada yang bandel dan tidak mau jualan, kita tarik haknya dan serahkan kepada pihak lain yang mau berjualan," ujar Kadisperindag Karimun, HM Hasbi belum lama ini.
Khusus bagi pedagang emas, Hasbi mengatakan mereka baru akan memulai aktivitas jualan di pasar Puan Maimun pada Maret mendatang. Pedagang emas itu minta diberi waktu untuk menyiapkan etalase emas mereka terlebih dahulu.
Diberitakan sebelumnya, pasar Puan Maimun, Kolong dibangun menggunakan APBD Karimun 2011 sebesar Rp 5, 3 miliar. Pembangunannya diperuntukan bagi relokasi sekitar 700 pedagang di pasar tradisional Puakang. Namun setelah diresmikan pada 12 Oktober 2012 lalu, pasar Puan Maimun justru ditinggalkan pedagang. (Tribun Batam/yah)
Baca juga:
- Surya Paloh Lantik Liga Mahasiswa Nasdem Kepri
- Hanya Lima Petugas Jaga saat 60 Tahanan Lapas Kabur
- Ini Penyebab 60 Tahanan Lapas Kuala Tungkal Jambi Kabur
Baca tanpa iklan