Laporan Wartawan Tribun Medan/ Irfan Azmi Silalahi
TRIBUNNEW.COM, MEDAN - Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Sumatera Utara mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan hari ini. Hal itu dalam rangka mengambil satu buah barang bukti berupa satu unit mortir dengan panjang 30 centimeter.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Dwi Agus Arfianto, membantah isu yang sempat beredar di lapangan bahwa kantor Kejari Medan mendapat kiriman bom. Pasalnya, sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat dua orang anggota Jihandak Brimob membawa satu kantong yang tidak diketahui isinya yang lantas diamankan ke dalam sebuah mobil khusus.
"Iya, memang kita kedatangan tim Jihandak Brimob. Ada satu perkara pada tahun 2005 yang sudah putus, di mana barang buktinya adalah satu unit mortir. Panjangnya sekitar 30 cm," ujar Dwi diruang kerjanya, Senin (21/1).
Dwi menambahkan, setelah diidentifikasi oleh tim Jihandak, diketahui mortir tersebut dalam keadaan aktif. Untuk mengurangi resiko dan hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya pun mengambil langkah dan berkordinasi dengan pihak Jihandak.
"Barang bukti ini atas perkara terdakwa Aceh Merdeka. Selama ini mortirnya disimpan di ruang barang bukti Kejari Medan. Saya kan baru dua bulan di sini, dan langkah ini atas kebijakan saya. Perkaranya ini juga sudah putus, namanya terdakwanya tidak usah lah," urainya.
Dwi menambahkan, saat ini pihak Pidum tengah melengkapi berkas-berkas perkara dengan barang bukti mortir tadi, untuk selanjutnya dilaksanakan pemusnahan. Kordinasi dengan Brimob pun ia sebutkan dilakukan sejak Jumat, 18 Januari 2013 lalu.
"Disposal atau pemusnahan saya tidak bisa berikan limitnya. Yang pasti kalau berkas pemusnahan sudah lengkap dan dilaksanakan akan saya undang teman-teman. Status mortir itu kami titipkan dulu ke Jihandak Brimob, untuk dimusnahkan nantinya," urainya sembari mengatakan ada empar orang tim Jihandak yang datang hari itu.
Dari pantauan Tribun, kehadiran tim Jihandak pun banyak dipertanyakan oleh beberapa orang jaksa dan pengawal tahanan. Umumnya mereka mengaku heran dengan kehadiran Jihandak pagi hari tersebut.
Baca tanpa iklan