Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Suparman, pengemudi truk gandeng yang menabrak Ninik Setyowati (45) dan anaknya, mengaku tak melihat sepeda motor korban saat melintas di lokasi kecelakaan di Jalan Supriyadi, Purwokerto. Truk gandeng bermuatan terigu 80 ton itu hendak berbelok kiri ke Jalan Kaliputih ketika peristiwa itu terjadi.
"Saya dari arah timur. Kecapatan tidak terlalu kencang. Saya juga melihat ada orang di tengah jalan memberi aba-aba untuk melambat," kata Suparman saat datang ke rumah Ninik di Jalan Mahoni V, Perumahan Teluk, Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (26/1/2013) siang.
Ia menambahkan, truk dari Surabaya tujuan Purwokerto tersebut sudah dalam persiapan berbelok. Ia mengaku hanya fokus ke depan (arah berlawanan). Pengemudi tak memperhatikan ada sepeda motor di kiri jalan.
"Saya kira kosong. Jadi, ya, belok saja," katanya seraya mengaku tak memperkirakan gerak gandengan bagian belakang.
Ia melanjutkan, sesaat terjadi benturan, pengemudi menghentikan truk. Rencana berbelok kanan ia tangguhkan menjadi lurus (arah barat).
"Daripada truk menghalangi jalan di pertigaan, jadinya saya luruskan," katanya.
Sekitar enam bulan setelah kejadian, pengemudi truk asal Ngawi, Jawa Timur, ini pun baru mendatangi Ninik. Ia sempat menjenguk Ninik dan meminta maaf. Namun,dalam pertemuan itu, Ninik diam tanpa kata-kata.
Kasus kecelakaan yang terjadi pada 6 Agustus 2012 ini menjadi polemik karena Polres Banyumas menetapkan korban cacat sebagai tersangka.
Kejadian ini bermula saat korban tewas, Kumaratih Sekar, membonceng Ninik menggunakan sepeda motor Honda Revo bernomor polisi R 2120 TA pada 6 Agustus 2012.
Selepas magrib, Ninik menjemput anaknya pulang seusai buka puasa bersama di Panti Asuhan Darmo Yuwono, Jalan Supriyadi. Saat di jalan, dari arah kanan/timur melaju sebuah truk gandeng bermuatan terigu dengan nomor polisi AE 8379 UB yang dikemudikan Suparman (60), warga Ngawi.
Nahas, bodi truk belakang menyenggol spion sepeda motor sehingga sepeda motor oleng dan kedua korban terjatuh. Kumaratih meninggal dunia akibat kepalanya terlindas ban belakang truk, sedangkan Ninik terlindas kaki kanannya.
Baca tanpa iklan