Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar
TRIBUNNEWS.COM , PEMATANGSIANTAR - Friska boru Siahaan diancam TS suami dari CNS anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pematangsiantar. Ancaman tersebut diterima wanita yang sehari-hari bekerja di Kantor Notaris Masta Damanik SH menolak ajakan selingkuh TS.
Mendapat perlakuan tersebut, Friska mengadu ke Mapolresta Pematangsiantar, Senin (4/2/2013) untuk mendapat pembelaan. Namun pengaduannya tidak diterima.
Dengan wajah lesu, Friska duduk diruang tunggu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan bercerita kepada www.tribun-medan.com, Selasa.
Ia menyatakan dirinya berulang kali dirayu TS untuk berselingkuh. Kata wanita yang ditemani pria berkaos putih ini kejadian ini berawal, Kamis (24/1) lalu melalui pesan singkat dirinya diajak TS ke Kota Turis Parapat. Dalam ajakan tersebut, Friska diminta untuk menemani TS tidur siang di salah satu vila di Parapat.
"Ajakan itu saya tolak dengan halus,"ujarnya. Saat itu, ia mengatakan, kalau dirinya tidak bersedia, sembari memberi alasan kalau dirinya bukan wanita murahan. Namun jawaban itu ditanggapi TS dengan mengatakan berapa harga bayaran dirinya.
Untuk menutup pembicaraan melalui pesan singkat, aku Friska, dirinya kembali membalas pesan dan mengatakan kalau TS tidak akan sanggup membayar dirinya.
"Saat itu saya meminta Rp500juta. Ya kita tidak munafik, kalau memang dia mau kenapa tidak. Kan cuma menemani tiduur saja,"kata Friska blak-blakan.
Mendapat jawaban tersebut, TS malah menawarkan harga sinamot (harga pinangan perempuan,red) yaitu Rp5juta. Selain itu, TS tidak segan-segan mengatakan kalau Friska meminta Rp1juta, maka langsung dibayar.
Hal itu membuat Friska tersinggung, lalu mengatakan dirinya tidak bersedia ajakan selingkuh TS. Karena dirinya bukan wanita murahan.
Diakui Friska, karena dirinya menolak ajakan selingkuh TS, ia diancam akan digorok lehernya. "Dia mengancam itu dihari yang sama, saat kami saling smsan,"ujarnya kepada www.tribun-medan.com, Senin (4/2/2013).
Tidak sampai disitu, dua hari kemudian, persisnya Sabtu (26/1/2013), dirinya dilabrak istri TS yang merupakan anggota dewan inisial CNS.
Saat itu, katanya, dirinya dituduh hendak memeras TS sebanyak Rp500Juta, sesuai jumlah SMS yang pernah dilayangkan Friska kepada TS.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, TS mengaku belum siap untuk memberikan keterangan. Karena saat itu dirinya sedang berunding dengan istrinya. TS mengatakan, kalau istrinya saat itu, sedang menuntut cerai darinya serta akan menuntut Friska Siahaan.
“Besok sajalah ya. Saat ini kami sedang berunding. Karena istri saya menuntut cerai,”kata TS yang dikenal sebagai pengusaha kapling tanah, dari seberang telepon selularnya.
Baca Juga :
- Agen Tiket Batavia Rugi Rp 1 M Lebih 7 menit lalu
- Polres Berau Amankan 24 Ribu Butir Double L 18 menit lalu
- Kami Tahan Aset Batavia Air 27 menit lalu
Baca tanpa iklan