News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Farhat Abbas Blusukan ke Lokalisasi di Balikpapan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Farhat Abbas

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Farhat Abbas bersama tim Gerakan Aku Indonesia, blusukan ke tempat lokalisasi Lembah Harapan Baru, Km 17, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (9/2/2013) siang.

Artis, pengacara, sekaligus aktivis, bersama rombongan tanpa sungkan masuk ke beberapa wisma yang dilalui. Blok demi blok tak luput dari perhatiannya. Bahkan, hingga ke area kamar dan dapur sekali pun.

Suami penyanyi senior Nia Daniati, sedikit bertanya tentang keseharian para pekerja seks, termasuk melayani permintaan foto bersama.

Digagas oleh Fani Tambayong, salah satu pengusaha di Balikpapan, Farhat didampingi Iwan Piliang dan Ketua Kadin Kota Balikpapan Rendi Ismail, hadir sebagai pembicara dalam dialog kebangsaan bertajuk 'Ekonomi Pribumi dan Media Sosial', yang diikuti warga sekitar lokalisasi, termasuk sebagian pekerja seks komersial (PSK) di situ.

Beragam permasalahan sosial, termasuk isu terbaru akan ditutupnya lokalisasi yang sudah menjadi tempat mata pencarian ratusan warga sekitar, diangkat dalam dialog.
"Saya salut di lokalisasi ini belum ada demo. Menurut saya, Km 17 merupakan solusi. Kalau orang enggak punya niat, ya enggak mungkin ke sini. Rasanya jauh sekali untuk sampai ke sini," tutur Farhat.

"Saya bukan Jawa, bukan Sumatera, bukan Sulawesi, bukan Cina, tapi Aku Indonesia," ucap pria yang mencalonkan diri sebagai presiden.

Alasan Farhat mengunjungi lokalisasi Km 17,  karena di sini sedang dibenturkan antara kepentingan agama dan budaya. Dengan menutup lokalisasi Km 17, menurut Farhat, yang terpenting menyiapkan solusi. Tempat seperti Km 17 tidak hanya ada di Balikpapan, tapi di hampir semua provinsi di Indonesia.

"Sebaiknya, sebelum ditutup ada alternatif kerja. Mungkin dengan kerajinan tangan, seni, budaya maupun hasil-hasil yang bisa dikembangkan dan memberi pemasukan buat orang- orang di sini," paparnya.

Para pekerja seks, lanjut Farhat, adalah bagian masyarakat yang memiliki hak pilih. Sehingga, sah saja bila mereka mendapatkan beragam ilmu pengetahuan seperti budaya, seni, komunikasi, dan ilmu politik.

"Ini bukan kampanye. Tapi, karena mereka kenal saya sebagai calon presiden muda, ya otomatis saya sosialisasi tanpa malu-malu," ungkap Farhat. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini