News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Maut di Puncak

Heru Kehilangan Enam Anggota Keluarga

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengatur lalu-lintas di lokasi kecelakaan maut Bus Pariwisata Mustika Mega Utama bernopol F 7263 K yang menabrak tebing di ruas Jalan Raya Cipanas-Cianjur, Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (27/2/2013). Kecelakaan bus yang membawa rombongan peziarah tersebut menyebabkan 16 orang penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka berat dan ringan. Warta Kota/Soewidia Henaldi

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Heru Riadi, warga Kampung Cikembang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, harus merelakan kepergian enam anggota keluarganya yang tewas pada kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciloto, Kampung Pengkolan, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Rabu (27/2) siang.

Lima di antara keluarganya tersebut adalah bibi-bibinya dan satu korban lainnya merupakan keponakannya yang masih berusia enam tahun. Mereka penumpang bus pariwisata PO Mustika Mega Utama, bernomor polisi F 7263 K, yang dikemudikan Dendi dari arah Bogor menuju Cianjur.

Heru mengatakan, bus melaju terasa sangat kencang pada saat di jalan turunan. Banyak teriakan terdengar dari penumpang, agar sopir menginjak rem dan menghentikan laju bus. Namun, tiba-tiba badan bus berguncang kencang karena berbenturan dengan tebing di kiri jalan.

"Saya tidak sadar setelah goncangan terjadi. Begitu sadar, semua badan terasa sakit, dan banyak orang yang berkerumun dan mendatangi bus. Pada saat itu, bus dalam keadaan terbalik," kata pria berusia 31 tahun ini kepada Tribun di Rumah Sakit Cimacan, Cianjur, Rabu (27/2) malam.

Heru duduk di jok belakang pojok kanan. Untungnya, adik kandung Heru, Putri Nurul Hikmah yang duduk di bagian tengah badan bus, selamat, meskipun bibirnya mengalami luka sobek, dan juga pipi kirinya.

Rombongan yang berasal dari satu kampung itu berangkat dari Bogor menuju Cianjur sekitar pukul 07.00. Mereka hendak melakukan ziarah di Cikundul. Jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 75 orang.

"Bibi saya lima orang meninggal, dan juga keponakan saya yang masih berusia enam tahun. Tidak ada firasat apapun, tapi saya merasa ketakutan beberapa menit sebelum kecelakaan itu. Tidak tahu kenapa," ujar Heru, yang tidak mengalami cedera apapun.

Dia menduga bus itu melaju kencang akibat remnya blong. Apalagi kecepatan bus sama sekali tidak berkurang, padahal penumpang sudah berteriak-teriak mengingatkan supir. Untuk menghentikan laju bus, diduga supir menabrakkan bus ke tebing yang berada di sebelah kiri badan bus, atau sisi jalan.

Kecelakaan bus ini mengakibatkan tujuh belas penumpang meninggal dunia, 25 orang mengalami luka berat, dan sisanya mengalami luka ringan. Semua korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Cimacan, Cianjur.

Sekitar pukul 18.00 semua jenazah sudah diambil pihak keluarga. Sedangkan korban luka ringan dan luka berat dibawa ke Rumah Sakit Ciawi Bogor, dan sebagiannya lagi dirujuk ke Rumah Sakit PMI Bogor.

Kecelakaan ini merupakan yang kedua kalinya dalam rentang waktu lima hari. Pada Sabtu (23/2), truk kontainer yang mengalami rem blong menghajar angkutan kota, motor, dan rumah, di daerah Gekbrong, Cianjur, serta menyebabkan enam belas orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini