News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Balita Korban Peluru Nyasar

Ada Apa Polisi Larang Keluarga Fathir Mengadu ke LBH

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fathir bersama tantenya saat masih hidup

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR--Keluarga Fathir Muhammad (13 bulan), korban peluru nyasar yang mengenai kepalanya pada Jumat, 1 Februari 2013, sekitar pukul 20.00 Wita, mengaku dilarang melaporkan kasus tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar.

Hal tersebut diungkapkan tante korban, Lisa Reskiani, Jumat (8/3/2013). Dikatakannya, sebelumnya, pihak keluarga meminta izin kepada penyidik Polsekta Mamajang untuk mengadukan kasus ini ke LBH Makassar.

"Pak Arman (penyidik) melarang ke LBH dengan alasan menunggu hasil laboratorium forensik (labfor)," kata Lisa.

Fatir yang tertembak saat sedang bermain di kamar tidur rumahnya, Jl Baji Gau No 3F, Makassar, meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan KM 11, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Kamis (7/3/13), sekitar pukul 23.50 Wita. Bocah malang ini, telah dimakamkan siang tadi usai salat Jumat.

Korban meninggal dunia setelah menjalani masa kritis dan perawatan selama satu bulan lebih. Anak pasangan Fikri Munandar dan Nurhikmah ini, sebelumnya menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru pada 18 Februari serta operasi pada tanggal 5 Maret. Fathir kembali menjalani operasi kedua kalinya untuk pemasangan batok kepala. Hanya saja nyawa korban tidak terselamatkan.

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini