News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Seminggu Listrik Padam, Warga Seram Utara Resah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Listrik padam membuat kesal siswa yang mengikuti ujian nasional

TRIBUNNEWS.COM, SERAM - Warga sejumlah desa di Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah mengeluhkan adanya pemadaman listrik oleh PLN ranting Wahai. Bagaimana tidak, sudah sepekan ini pemadaman listrik di kecamatan tersebut terjadi. Ironisnya, pemadaman tersebut terjadi secara tidak beraturan dan tanpa mengenal waktu.

Pemadaman terjadi di sejumlah desa seperti di Desa Lisabata Timur, Desa Pasanea, dan Desa Karlutu serta sejumlah desa lainnya. Salah satu warga Desa Lisabata Timur, Bakri Laponene Selasa (19/3/2013) malam menuturkan, pemadaman listrik sudah terjadi selama sepekan di hampir seluruh desa di kecamatan tersebut.

"Sudah sepekan ini listrik di desa kami dan desa-desa lainnya padam, pemadaman tidak terjadi seharian namun selalu terjadi saat pagi siang dan malam dalam waktu yang cukup lama," ujar Bakri.

Menurut Bakri, dalam sehari, pemadaman listrik bisa terjadi sebanyak 4 sampai 5 kali pemadaman. Alasan pemadaman tersebut tidak diberitahukan kepada warga sebelumnya. Ia juga mengatakan akibat pemadaman tersebut, warga sangat dirugikan, karena tidak dapat menjalankan aktivitasnya dengan normal.

"Kita sangat kesulitan untuk beraktivitas, anak-anak kita terganggu saat belajar, bahkan warga yang akan beribadah juga terganggu padahal kita selalu membayar tunggakan listrik tapi listrik selalu padam, kita berharap masalah ini segera diatasi," ungkapnya.

Kepala PLN Rayon Masohi, Thaib Tualeka saat dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya mengaku jika ada pemadaman listrik di wilayah tersebut, menurutnya, pemadaman di wilayah tersebut dilakukan secara bergilir karena ada pemeliharaan mesin. Ia juga membantah jika pihaknya tidak memberitahukan alasan pemadaman kepada warga.

Namun, sebelum pemadaman itu pihaknya telah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat. "Pemadaman dilakukan karena ada pemeliharaan mesin 120 kilowatt, sebelum dipadamkan kita koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk menyampaikan pemberitahuan pemadaman kepada masyarakat, jadi tidak benar pemadaman tersebut tanpa alasan," kilah Tualeka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini