Laporan Wartawan Surya, Dyan rekohadi
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Meski kementerian Perdagangan dan kementerian Pertanian menyatakan ratusan peti kemas pengangkut bawang impor segera masuk melalui Pelabuhaan Tanjung Perak.
Kenyataannya proses masuknya bawang impor masih lambat.
Ratusan konteiner masih tertahan di lokasi penampungan di Tanjung Perak hingga Kamis (21/3/2013).
Ginsi Jatim menginformasikan, hingga Kamis (21/3) masih ada 302 konteiner yang belum bisa dikeluarkan dari TPS.
Kenyataan ini seolah menunjukkan proses administrasi belum semuanya beres walaupun menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Gubernur Jatim, Soekarwo, Wamentan dan pejabat lain hingga anggota DPR berkunjung ke lokasi penampungan peti kemas.
Ketua Ginsi Jatim, Bambang Sukadi mengatakan 309 konteiner masih belum dapat dikeluarkan dari TPS karena proses KP9 karantina belum disetujui kementerian pertanian Jakarta.
"Pemeriksaan karantina sudah dilakukan, tapi suratnya belum turun, sampai kemarin malam kami tunggu juga belum ada, padahal menteri sampai Gubernur sudah ngomong dipercepat," ujar Bambang, Kamis (21/3/2013).
Ginsi menilai penurunan harga bawang di pasar saat ini lebih dikarenakan pasokan dari pelabuhan lain, seperti Medan, bukan dari Surabaya.
"Bawang impor dari China kami sinyalir masuk pasar melalui pelabuhan Medan sehingga harga turun tetapiĀ belum seperti yang kita harapkan. Kalau yang dari Tanjung Perak sudah bisa masuk semua tentu harga bisa turun lagi di bawah harga pasar," tambah Bambang.
Baca tanpa iklan