Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Saifudin Zuhri
TRIBUNNEWS.COM, PANGKALANBALAI - Tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di ruas Jalintim Palembang-Betung KM 16, tepatnya Dusun Musi Landas Desa Mainan Kecamatan Sembawa Banyuasin, Rabu (20/3/2013) pagi cukup tragis. Pasalnya, seorang kernet truk yang di ketahui bernama Suratman (38) tubuhnya terjepit diantara kedua kendaraan yang sudah dalam kondisi rusak berat.
Setidaknya butuh waktu satu jam lebih untuk mengeluarkan tubuh warga KM 5 Palembang ini. Ketika tubuhnya lepas dari jepitan ternyata kaki kanannya sudah dalam kondisi putus.
Kecelakaan ini bermula dari kendaraan truk BG 8309 F yang dikemudikan oleh Paryantno (45) bersama kernetnya Suratman sekitar pukul 08.00 melaju dari arah Palembang menuju Pangkalanbalai. Setibanya di lokasi kejadian diduga truk hendak mendahului sehingga mengambil jalur terlalu ke kanan badan jalan.
Pada saat mendahului pada kondisi jalan yang cukup menanjak, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk fuso BG 8102 UB yang dikendarai oleh Sumaidi, warga Plaju Palembang juga berkecepatan tinggi. Kondisi jalan yang landai karena menurun membuat kendaraan truk yang berpenumpang dua orang itu tidak mampu menghindar truk yang sudah terlebih dahulu mengambil laju kanan jalan.
Kondisi tersebut mengakibatkan kendaraan truk fuso yang tidak bermuatan itu juga mencoba mengerem. Kondisi rem yang dipaksakan membuat supir truk Sumaidi bersama kernetnya Agus Setiawan berusaha berhenti mendadak. Namun karena jarak sudah dekat, maka tabrakan tidak mampu terelakan.
Bagian depan truk fuso dan truk saling hantam dan mengalami kerusakan yang sama di bagian depan. Kuatnya bentrukan mengakibatkan supir truk Paryanto dan kernetnya Suratman tergencet badan kendaraannya. Suratman mengalami luka yang cukup parah di bagian perut dan mengakibatkan kaki kanannya putus. Sementara sopir Paryanto mengalami luka berat di bagian tangan kanan, perut dan kaki kanan.
Keduanya sempat dilarikan ke RS Kartini. Namun, korban Suratman harus di rujuk ke RSMH Palembang, akibat luka kaki yang dideritanya cukup parah. Setelah truk fuso menabrak, kendaraan Kijang bernopol BG 2467 MS yang dikemudikan oleh Sumiaji (34) warga kenten Palembang juga tidak mampu menghindar. Akibatnya, kendaraan Kijang menabrak bagian belakang kendaraan truk fuso.
Dihadapan petugas Satlantas Polres Banyuasin, Sumiaji mengatakan tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya sehingga menabrak bagian belakang truk. Kondisi jalan yang menurun sehingga mengakibatkan laju kendaraan lebih cepat, sementara kendaraan truk didepannya menghambat laju karena mengalami adu kambing dengan kendaraan fuso dari arah berlawanan.
“Saya liat kedua kendaraan itu sudah saling tabrak. Karena jalan menurun, saya tidak bisa lagi mengerem. Saya pun korban mengalami kerusakan bagian depan kendaraan. Tapi yang lebih parah itu penumpang truk fuso,” ungkapnya.
Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Andi Supriyadi mengatakan tabrakan beruntun terjadi begitu cepat. Dua kendaraan truk tanpa muatan dengan arah berlawanan ditambah satu kendaraan pribadi di belakangnya. Dari hasil proses lidik, bekas ban diketahui jika kendaraan fuso sudah terlebih dahulu mengambil lajur kanan jalan.
“Sementara diketahui yang sudah mengambil lajur terlalu kanan sehingga tidak bisa lagi mengendalikan laju kendaraan. Sementara kondisi jalan menanjak dan menurun di lokasi itu. Untuk selanjutnya, masih dikembangkan,” ujarnya.
Baca tanpa iklan