Laporan Wartawan Surya,Adrianus Adhi
TRIBUNNEWS.COM,TUBAN - Wakapolres Tuban Kompol Kuwadi mengatakan 19 anak tersebut keracunan setelah makan dari penjual cilok yang sama.
"Dalam pemeriksaan hanya ada satu penjual cilok di sana," kata Kuwadi, Selasa (26/03/2013) siang.
Meski demikian, kata Kuwadi, identitas penjual cilok itu masih misterius.
Pihaknya masih belum mengatahui siapa penjual cilok itu. Anggotanya kini tengah mencari siapa penjual cilok tersebut.
"Langkah kami selain mencari penjual cilok itu adalah menguji labfor sisa cilok siswa," ujar Kuwadi.
Kuwadi menjelaskan saat ini sudah ada lima cilok yang diamankan polisi.
Lima cilok tersebut didapatkan dari seorang siswa yang masih menyimpan sisa cilok yang dibeli. Hasil uji labfor ini keluar kira-kira seminggu ke depan.
Seperti diberita sebelumnya, 19 anak-anak yang berusia delapan sampai sembilan tahun di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban harus dirawat di puskesmas Plumpang karena keracunan akibat memakan jajanan cilok di sekolahannya. Ke 19 anak ini adalah Falen (6), Vio (4), Sisela (9), Vidia (10), Krisna (10), Ayu (11), Anggun (6), Fahmi (8), Latifa (9), Dini (7), Nancy (4), Riris (7), Arum Sayekti (8), Refan (6), Vera (8), Rohana (9), Lyli (4), Zaskia (9) dan Adib (9). Mereka ini adalah siswa siswi TK Kuncup Bersemi dan SD Negeri 1 Kesamben.
Baca tanpa iklan