News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dilarang Membawa Pensil ke Dukun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Murid MTsN 1 Model Banda Aceh membaca yasin bersama saat menunggu pengumuman Ujian Nasional (UN) di sekolah mereka, Sabtu (2/6). Sebanyak 82.106 siswa atau sekitar 99,39 persen dinyatakan lulus UN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Aceh sisanya, 509 siswa lagi atau 0,61 persen tidak lulus dari jumlah total peserta 82.615 orang. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Banyaknya ritual-ritual aneh menjelang ujian nasional (unas) seperti membawa pensil ke dukun atau orang pintar untuk didoakan mendapat perhatian serius kanwil kementerian agama Jatim.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Sudjak mengimbau siswa atau wali murid tidak berlebihan menyikapi unas.

"Jangan terlalu seperti itu (membawa pensil ke orang pintar), berlebihan itu namanya,"kata Sudjak saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2013).

Diakuinya, menjelang unas memang dibutuhkan persiapan lahir batin.

Lahir artinya, persiapan pemahaman pelajaran yang akan diunaskan. Itu bisa dilakukan dengan menggelar try out-try out soal.

Sementara persiapan batin artinya menyiapkan mental siswa agar percaya diri saat mengerjakan soal. Dan cara yang ampuh adalah dengan istigotsah.

"Kita harus percaya bahwa semua yang menentukan maha kuasa. Tuhan tidak bisa mengubah suatu kaum kalau kaum tidak mengubah. Dan itu dilakukan dengan usaha dan doa seperti istigotsah, tidak perlu membawa ke pensil ke mana-mana,"katanya.

Sementara untuk ritual membasuh kaki orangtua atau guru diikuti sungkem yang juga marak dilakukan menjelang unas, menurut Sudjak ritual itu sah-sah saja.

Bahkan dia mendukung bahkan mengimbau hal itu dilakukan siswa menjelang unas.

Menurutnya, membasuh kaki orangtua terutama ibu itu adalah sebagai bentuk bakti anak terhadap orangtua.

Dari ritual membasuk kaki atau sungkem diharapkan ada kerelaan yang tulus dariĀ  orangtua terutama ibu untuk mendoakan anaknya agar berhasil.

Sungkem tidak berarti menyembah tetapiĀ  ikhlas dan mencari ridho.

"Ini malah saya anjurkan karena doa orangtua itu mujabah. Kerelaan Allah berada di kedua orangtua,"katanya.

Sudjak memastikan seluruh lembaga madrasah di lingkungannya siap menyelenggarakan unas.

Terkait jumlah paket soal yang tahun ini mencapai 20 paket soal berbeda, dia meminta agar hal itu tidak menjadi momok, tapi malah memotivasi siswa untuk berbuat jujur, percaya diri dan mandiri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini