TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Kepala Desa Simpang Pesak, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung-Timur (Beltim), Suryanto nyaris menjadi korban penipuan, Selasa (9/4/2013) pagi.
Suryanto diminta oleh oknum yang mengaku sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Beltim, Tom Haryono untuk mentransfer uang senilai Rp 5 juta.
Uang itu disebut sebagai biaya administrasi sebesar 5 persen dari bantuan hibah pemerintah pusat untuk Desa Simpang Pesak senilai Rp 100 juta.
Selanjutnya guna memperkuat skenarionya, oknum yang mengaku bernama Tom itu juga menyuruh Suryanto menelpon Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Beltim, Khaidir Lutfi.
"Jadi dia kasih nomor HP Pak Khaidir, saya telepon, dan memang benar katanya ada bantuan hibah, dan saya disuruh langsung transfer biaya administrasinya hari ini juga," ungkap Suryanto kepada Bangka Pos (Tribunnews.com Network), Selasa (9/4/2013) siang.
Awalnya Suryanto mengaku percaya, lantaran yang memberikan kabar tersebut adalah Tom dan Khaidir. Namun ia merasa mulai curiga saat oknum yang mengaku Tom meminta nomor rekening desa atau rekening pribadi kades untuk mentransfer dana hibah.
"Setahu saya kalau dana pemerintah itu tidak boleh pakai rekening pribadi, makanya saya telepon nomor (asli) Pak Khaidir untuk memastikan, ternyata itu tidak benar. Begitu juga Pak Tom, saya telpon juga menyebut tak pernah menghubungi saya pagi ini," jelas Suryanto.
Setelah mendapatkan klarifikasi dari dua pejabat tersebut, Suryanto akhirnya memilih diam. Namun hingga pukul 10.30 WIB, dua nomor yang mengaku sebagai Tom dan Khaidir itu terus menelponnya hingga delapan kali.
Baca tanpa iklan