News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mahasiswa Teknik Mesin Bunuh Bayinya

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNNEWS.COMĀ  - Entah apa yang ada dalam benak pemuda bernama Muksin (21) warga Minomartani, Sleman ini, hingga tega membunuh darah dagingnya sendiri yang baru lahir. Bayi tak berdosa tersebut diketahui merupakan hasil hubungannya dengan sang kekasih berinisial NS, warga Dusun Gunungkelir, Pleret, Bantul.

Menurut keterangan Kepala Urusan Bina Operasional (Kaur Bin Ops) Satreskrim Polres Bantul, Iptu Sutrisno, kejadian ini baru dilaporkan Kamis (16/5/2013) malam.

"Kami baru terima laporan Kamis sekitar setengah 12 malam, pelakunya juga langsung dibawa ke sini," ujarnya pada Tribunjogja.com, Jumat (17/5/2013).

Sutrisno mengungkapkan, Muksin diketahui merupakan salah seorang mahasiswa D III jurusan Teknik Mesin UGM, diamankan warga yang sebelumnya telah mengetahui kasus tersebut. Ia ditangkap saat bertandang kembali ke rumah kekasihnya di Pleret.

Lebih lanjut Sutrisno mengatakan, menurut pengakuan, Muksin menghabisi nyawa anaknya sendiri dengan sadis, yakni dengan cara mencekik dan menutup hidungnya hingga menyebabkan bayi baru lahir tersebut tewas. Kasus pembunuhan tersebut diperkirakan terjadi pada tanggal 11 Mei lalu dan dilakukan di sebuah gudang di daerah Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa pada hari Sabtu (11/5/2013) pekan lalu, NS berpamitan ke keluarganya pergi ke wilayah Sleman untuk melahirkan bayi hubungan di luar pernikahan itu. Hanya saja, sekembali dari Sleman ia tak membawa bayi yang telah dilahirkannya tersebut.

Ternyata bayi yang tak diketahui jenis kelaminya itu telah dibunuh oleh ayahnya sendiri yakni Muksin. "Sesuai keterangan yang disampaikan ke petugas, bayi tersebut dibunuh dengan cara dicekik lehernya, lantaran terus menangis. Kemudian hidungnya ditutup pakai tangan," papar Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, hingga saat ini belum diketahui kapan tepatnya bayi tersebut dibunuh dan kemana jasadnya dikuburkan. Oleh karena tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah hukum Polres Sleman, maka kasus ini dari Polres Bantul kemudian dilimpahkan ke Polres Sleman.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini