News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Elpiji di Jateng Masih Rp 15 Ribu

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GAS ELPIJI 3 KG LANGKA DI MAMPANG - Seorang pedagang gas 3 kg atau gas melon keliling kecewa ketika dia hendak membeli gas 3 kg itu habis di salah satu sub agen di kawasan Jalam Mampang VIII, Jakarta Selatan, Senin (20/5). Menurut Eki pemilik sub agen gas melon, sudah hampir dua minggu pengiriman gas tersendat dan hampir dikawasan Mampang Prapatan kosong. (Warta Kota/adhy kelana)

TRIBUNNEWS.COM, TEGAL - Setelah PT Pertamina melakukan upaya pengendalian distribusi gas elpiji 3 kilogram, pasokan di tingkat pengecer di sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai normal. Namun, harga jual pada Senin (20/5) masih jauh lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Jateng yang hanya Rp 12.750.

Pantauan Tribun di sejumlah wilayah Jawa Tengah, harga jual elpiji di tingkat pengecer berkisar antara Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu. Di Tegal, misalnya, warga masih harus merogoh kocek Rp 14 ribu untuk mendapatkan gas 3 kilogram itu.

Ahmad Munir (27), pedagang gorengan di Jalan Pancasila, Kota Tegal mengaku sudah tidak sulit lagi memperoleh elpiji, Hanya saja, dia harus membeli dengan harga Rp 15 ribu. "Kalau yang harganya murah, agak jauh," ujarnya,

Pemilik Toko Top In di sekitar Alun-alun Kota Tegal, Yeni (33), menerangkan stok elpiji 3 kg sudah aman, namun harganya Rp 15 ribu.

Farida (39), pedagang nasi goreng di jalan Kurinci, kota Pekalongan, juga mengaku sudah tidak sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Ia mengaku, beberapa hari lalu sempat sulit untuk membeli gas di toko langganannya. "Biasanya pagi atau siang sudah datang, tapi sore baru dateng," jelas Farida.

Kini, meski pasokan sudah lancar, harga yang dipatok toko langganannya masih Rp 14.500. “Tetangga saya malah ada yang beli Rp 15 ribu,” katanya.

Bagi Farida, harga Rp 15 ribu yang lebih mahal Rp 2.250 dibanding HET Jateng, bukanlah masalah. "Yang penting elpijinya ada, harga berarpapun pasti beli. Kalau gas tidak ada, saya gak bisa jualan," ujarnya.

Situasi yang sama juga terjadi di Kudus. Bila sebelumnya harga jual elpiji di beberapa kawasan kabupaten itu menembus Rp 20 ribu, kemarin sudah mulai turun hingga di kisaran Rp 16.000.

Penurunan harga dan lancarnya pasokan itu tak lepas dari penyisiran yang dilakukan Dinas Perdagagan kabupaten Kudus bersama PT Pertamina sejak Sabtu (18/5) lalu.

"Tidak langka sebenarnya. Hanya saja permintaan dari masyarakat meningkat. Tapi stok sampai sekarang masih aman," kata Kasi Perdagangan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Sofyan Dhuhri, saat ditemui di kantornya, Senin (20/5).

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, ada faktor lain yang juga ikut melatarbelakangi sulitnya memperoleh gas LPJ 3 kg di Kudus, yaitu banyaknya industri peternakan ayam yang belum tercover (belum didata) oleh dinas terkait.

Selama penyisiran, Pertamina sudah menambah sekitar 1 LO (560) tabung gas 3 kg ke sekitar 45 pengecer yang ada di wilayah Kaliwungu dan sekitarnya. Rata-rata per pengecer itu diberi jatah 10-25 tabung.

Untuk memastikan efek penyisiran yang pertama, Dinas perdagangan bersama Pertamina dan Hiswana Migas akan menggelar operasi berkala.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini