TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Peristiwa berdarah kembali terjadi di Kota Balikpapan. Aneke Anak Ada Manggala (57), warga Perumahan BDS II Blok P No. 23. RT 25, Balikpapan Selatan menghembuskan nafas terakhir di tangan cucunya sendiri, Johnson (18), Senin (20/5/2013) dini hari.
Manajer Pemasaran PT Bukit Pupuk Indah Property tewas dengan luka tikam di bawah ketiak, samping dada kiri, belakang telinga kiri, leher belakang, beberapa luka tusuk pada kepala yang tidak beraturan. Ada juga luka tusuk di bagian punggung.
Pihak keluarga yang ingin menyelamatkan korban langsung melarikan ke Rumah Sakit Siloam Balikpapan. Namun, luka korban yang cukup dalam dan banyak mengeluarkan darah, sehingga nyawanya tak bisa terselamatkan lagi.
Di kamar sang cucu, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Darah warna merah kehitaman menggenang di kamar tersebut. Tak hanya itu, di beberapa bagian jalan keluar dan jalan masuk kamar cucunya juga terlihat noda darah di bagian dinding.
Rupanya, sebelum jatuh bersimbah darah, korban sempat berusaha masuk kamar sang cucu.
"Kami tinggal ada enam orang. Korban ini, keponakan saya. Ada tiga cucunya yang ada di sini. Johnson yang diduga sebagai pelaku, Vannesa dan Lucky. Kami semua ada saat kejadian. Kami sama-sama tidur di lantai II. Tapi yang melihat betul Lucky, anak yang masih berumur 7 tahun," kata Fransye Manggala, paman korban saat ditemui di rumah duka.
Saat kejadian sekitar pukul empat dini hari, Fransye yang disapa Opa ini tidur pulas. Kemudian ia mendengar Johnson teriak panggil "Opa Bangun".
"Saya lihat Aneke sudah bersimbah darah di kamar Vanessa yang berada di sebelah kamarnya. Saya lihat ada luka. Tidak tahu juga lukanya dari mana. Apa penyakitnya kambuh atau apa. Saya coba angkat dia mau bawa ke rumah sakit. Tapi tidak mampu. Lantainya sudah licin karena banyak darah. Saya langsung panggil Johnson untuk bantu angkat dan membawa ke RS Siloam. Ternyata tak tertolong lagi," ujarnya.
Kepala SPK Polres Balikpapan Ipda Budiono langsung mendatangi RS Siloam dan rumah korban, usai mendapat informasi adanya korban penganiayaan. Melihat luka di tubuh korban, dugaan perampokan pun muncul. Sehingga langsung dilakukan pemeriksaan di dalam rumah, begitu juga saksi-saksi di lokasi kejadian.
"Tidak ada kerusakan pada pintu rumah maupun jendela. Namun, ada barang-barang korban yang hilang. Seperti uang dan kartu ATM serta kartu kredit. Dugaan pun mengarah ke orang dalam sendiri," kata Budiono.
Johnson yang ditemui media di Polres Balikpapan enggan bicara banyak. Ia hanya menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya. Pun ketika dijejali banyak pertanyaan yang mempertanyakan kenekatannya menghabisi sang nenek, pria asal Manado ini hanya diam. Ia hanya mengatakan uang yang diambilnya untuk pulang dan senang-senang.
"Mau pulang. Tapi nggak punya uang. Buat fun fun," katanya pelan. Kedatangan Johnson ke Balikpapan, sebenarnya atas keinginan sendiri. Untuk mencari pekerjaan. Hal tersebut diutarakan pada sang Opa.
Baca tanpa iklan