TRIBUNNEWS.COM , TRENGGALEK-Nasib apes menimpa kakek Sarijan (63) warga Dusun Miri, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Saat berangkat berburu di hutan tertembak senapan angin yang dibawanya.
Korban sempat dirawat di RSUD Trenggalek kemudian dirujuk ke RS Saiful Anwar Kota Malang. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal Selasa (21/5/2013) malam.
Meski menjadi korban tembakan senapan angin, mayat korban tidak diotopsi dan dimakamkan keluarganya Rabu (22/5/2013).
Informasi yang dihimpun Surya Online, menyebutkan saat kejadian Sarijan bersama rekannya Rebo (55) berangkat beriringan mencari burung di hutan. Namun dalam perjalanan mendaki bukit di hutan korban terpeleset.
Akibatnya korban terjatuh, namun senapan yang dicangklong ternyata telah dikokang serta diisi peluru. Pada saat korban terjatuh senapan juga menyalak mengenai bagian matanya.
Beberapa saat setelah tertembak korban masih sadar, namun tak lama kemudian jatuh pingsan. Rekannya dibantu warga sekitar hutan kemudian mengevakuasi korban dengan kendaraan pikap ke Puskesmas Suruh. Karena luka yang dideritanya parah dan terus mengalami pendarahan, korban kemudian dibawa ke RSUD Trenggalek.
Dari hasil foto ronsen, diketahui jika proyektil peluru selain mengenai bola matanya juga tembus ke bagian otak. Tim medis RSUD Trenggalek kemudian menyarankan korban dirujuk ke RSSA Malang.
Keluarganya kemudian membawa ke RSSA Malang. Namun tim medis bedah yang hendak melakukan operasi menundanya karena kondisi korban sangat lemah.
Rudi salah satu tetangga korban menuturkan keluarga korban menganggap kejadian yang menimpa Sarijan murni kecelakaan dan kelalaian korban. "Kasusnya memang tidak dilaporkan polisi," jelasnya.
Baca tanpa iklan