News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Guru Pukul Jari Siswa Sampai Berdarah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Robertus Didik

TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU - Darti (43), wali murid SDN 3 Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mendatangi sekolah anaknya, Chandra Irawan (9).

Sebab, Chandra menangis usai pulang sekolah, lantaran jari kelingkingnya memar dan berdarah, Jumat (24/5/2013). Diduga, siswa kelas dua SDN 3 dipukul dengan penggaris oleh gurunya, Yun.

"Saya langsung ke sekolah, karena anak saya pulang menangis dan jari kelingking kanannya memar hitam kebiruan," ujar Darti kepada wartawan, hari ini.

Menurutnya, peristiwa itu bermula saat sang guru memeriksa kuku jari siswa. Ketika itu jam pulang sekolah, sehingga satu per satu saat siswa keluar ruangan, sang guru memeriksa kuku siswanya.

"Saat gurunya mau memukul, Chandra diam saja, sehingga mengenai tangannya," kata Darti.

Kepala SDN 3 Tambahrejo Sopan Setiawan saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. Tapi, menurutnya, masalah itu sudah diselesaikan secara musyawarah di sekolah.

Sopan menuturkan, Yun, oknum guru yang melakukan tindakan tersebut, sudah minta maaf kepada orangtua Chandra.

"Kebetulan, ibu anak tersebut saat rapat datang, sekalian guru yang bersangkutan minta maaf dengan orangtuanya. Jadi, masalah sudah selesai," jelasnya.

Sopan mengaku langsung melakukan pembinaan kepada semua guru di sekolahnya, supaya persoalan yang sama tidak terulang kembali.

Yun menyesali perbuatannya yahg memukul jari kelingking Chandra Irawan hingga berdarah. Bahkan, dia sudah meminta maaf langsung ke Chandra Irawan dan orangtuanya.

"Tadi saya pertemukan di ruangan khusus. Guru yang bersangkutan sudah minta maaf langsung. Sampai nangis-nangis menyesali perbuatannya," papar Kepala SDN 3 Tambahrejo Sopian Irawan. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini